SIGINJAI

DAERAH

WAWANCARA

POLITIK

SPORT

ACTUAL TV


Actualinside.com  Jambi - Actualinsi Hari Buruh atau "May Day" tiap tanggal 1 Mei harus dijadikan pemerintah sebagai momentum untuk meningkatkan potensi dan kemampuan para buruh sehingga bisa bersaing dengan Tenaga Kerja Asing (TKA).

Pernyataan ini disampaikan Anggota Fraksi Partai Gerindra DPR RI Sutan Adil Hendra (SAH) ketika menyikapi perayaan Hari Buruh (May Day).

"Hari buruh atau May Day merupakan momentum bagi ketenagakerjaan tanah air dalam melindungi kesempatan kerja di Indonesia dari serbuan tenaga kerja asing, dengan meningkatkan potensi buruh di Indonesia agar dapat bersaing dengan Tenaga Kerja Asing," ujar SAH di Jakarta (1/5).

Dalam kesempatan hari yang dirayakan secara internasional tersebut Anggota DPR yang mewakili daerah pemilihan Jambi tersebut menyarankan agar pemerintah dapat meningkatkan keahlian buruh di tanah air dengan program pelatihan dan sertifikasi, sehingga secara langsung dapat melindungi lapangan kerja Indonesia dari efek globalisasi perburuhan di dunia.

Terkait dengan perayaan hari buruh tahun ini SAH menekankan bahwa pemerintah harus memperhatikan dan mendengarkan aspirasi kaum buruh khususnya keresahan terkait maraknya TKA yang datang ke Indonesia.

Sebagai Anggota DPR, SAH mengaku sering menerima aduan dari para buruh Indonesia di Gedung Parlemen pada pekan lalu, mereka melihat ada persoalan serius terkait masuknya TKA yang bekerja sebagai tenaga kerja kasar.

"Termasuk mereka yang menggunakan bebas visa untuk bekerja, itu masalah bukan? Kalau itu masalah maka kita persoalkan agar masalahnya dapat diselesaikan. Kecuali pemerintah membuat regulasi memperketat masuknya TKA maka masalah selesai," tandasnya.

Sehingga SAH menyesalkan kurangnya langkah pendataan TKA di Indonesia oleh pemerintah agar jelas mana yang ilegal dan legal sehingga tidak terulang lagi kasus ditemukannya TKA menjadi petani cabai.

"Ke depan pemerintah harus memperhatikan para pekerja di dalam negeri dan jangan memberikan perlakuan khusus kepada TKA sehingga langkah pengetatan serta pendataan harus segera dilakukan," pungkasnya.(ACI02)

Actualinside.com  Jambi - Actualinsi Hari Buruh atau "May Day" tiap tanggal 1 Mei harus dijadikan pemerintah sebagai momentum untuk meningkatkan potensi dan kemampuan para buruh sehingga bisa bersaing dengan Tenaga Kerja Asing (TKA).

Pernyataan ini disampaikan Anggota Fraksi Partai Gerindra DPR RI Sutan Adil Hendra (SAH) ketika menyikapi perayaan Hari Buruh (May Day).

"Hari buruh atau May Day merupakan momentum bagi ketenagakerjaan tanah air dalam melindungi kesempatan kerja di Indonesia dari serbuan tenaga kerja asing, dengan meningkatkan potensi buruh di Indonesia agar dapat bersaing dengan Tenaga Kerja Asing," ujar SAH di Jakarta (1/5).

Dalam kesempatan hari yang dirayakan secara internasional tersebut Anggota DPR yang mewakili daerah pemilihan Jambi tersebut menyarankan agar pemerintah dapat meningkatkan keahlian buruh di tanah air dengan program pelatihan dan sertifikasi, sehingga secara langsung dapat melindungi lapangan kerja Indonesia dari efek globalisasi perburuhan di dunia.

Terkait dengan perayaan hari buruh tahun ini SAH menekankan bahwa pemerintah harus memperhatikan dan mendengarkan aspirasi kaum buruh khususnya keresahan terkait maraknya TKA yang datang ke Indonesia.

Sebagai Anggota DPR, SAH mengaku sering menerima aduan dari para buruh Indonesia di Gedung Parlemen pada pekan lalu, mereka melihat ada persoalan serius terkait masuknya TKA yang bekerja sebagai tenaga kerja kasar.

"Termasuk mereka yang menggunakan bebas visa untuk bekerja, itu masalah bukan? Kalau itu masalah maka kita persoalkan agar masalahnya dapat diselesaikan. Kecuali pemerintah membuat regulasi memperketat masuknya TKA maka masalah selesai," tandasnya.

Sehingga SAH menyesalkan kurangnya langkah pendataan TKA di Indonesia oleh pemerintah agar jelas mana yang ilegal dan legal sehingga tidak terulang lagi kasus ditemukannya TKA menjadi petani cabai.

"Ke depan pemerintah harus memperhatikan para pekerja di dalam negeri dan jangan memberikan perlakuan khusus kepada TKA sehingga langkah pengetatan serta pendataan harus segera dilakukan," pungkasnya.(ACI02)

Actualinside.com. Jakarta - Komisi X DPR RI yang membidangi pendidikan meminta Kemendikbud melakukan evaluasi atas Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 2019.

"Kita minta pemerintah bisa melakukan evaluasi UNBK tahun ini, khususnya yang terkait dengan peningkatan kemampuan guru serta perbaikan konten kurikulumnya untuk bisa dibenahi," ujar SAH ketika melakukan diskusi evaluasi ujian nasional (29/4) kemarin di Jakarta. 

Menurutnya dari pengamatan komisi pendidikan DPR RI banyak yang ditemukan dari evaluasi UNBK tahun ini adalah kelemahan pada konten, pembelajaran, metodologi, tenaga pendidik, kesiapan siswa, sarana dan prasarana, jelas unsur Pimpinan Komisi X dari Fraksi Partai Gerindra tersebut. 

Salah satu yang menjadi sorotan para siswa dalam pelaksanaan UNBK adalah implementasi soal-soal dengan tingkat kesulitan tinggi atau HOTS (High Order Thinking Skill), yang dikategorikan sulit. 

SAH mengatakan bahwa kesulitan dalam soal karena sudah menggunakan standar internasional, sehingga butuh waktu yang panjang untuk mengenalkan HOTS ke seluruh guru dan pelajar di Indonesia. Jika tidak dikenalkan sejak sekarang, nilai Indonesia untuk meraih standar Program for International Student Assessment (PISA) takkan pernah bertambah, jelasnya.

Pada April 2019 kemarin sebanyak 28 juta pelajar mengikuti proses ujian akhir menggunakan komputer. Dari jumlah itu, baru sekitar 49 persen yang melaksanakannya, sementara 34,6 persen sekolah masih menggunakan ujian berbasis kertas. Pelaksanaan UNBK diwarnai dengan sejumlah kendala, termasuk kasus server down di situs UNBK yang menyebabkan keterlambatan akses kepada peserta UNBK, sehingga ini menjadi catatan perbaikan ke depannya.(ACI02)

Actualinside.com. Jakarta - Komisi X DPR RI yang membidangi pendidikan meminta Kemendikbud melakukan evaluasi atas Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 2019.

"Kita minta pemerintah bisa melakukan evaluasi UNBK tahun ini, khususnya yang terkait dengan peningkatan kemampuan guru serta perbaikan konten kurikulumnya untuk bisa dibenahi," ujar SAH ketika melakukan diskusi evaluasi ujian nasional (29/4) kemarin di Jakarta. 

Menurutnya dari pengamatan komisi pendidikan DPR RI banyak yang ditemukan dari evaluasi UNBK tahun ini adalah kelemahan pada konten, pembelajaran, metodologi, tenaga pendidik, kesiapan siswa, sarana dan prasarana, jelas unsur Pimpinan Komisi X dari Fraksi Partai Gerindra tersebut. 

Salah satu yang menjadi sorotan para siswa dalam pelaksanaan UNBK adalah implementasi soal-soal dengan tingkat kesulitan tinggi atau HOTS (High Order Thinking Skill), yang dikategorikan sulit. 

SAH mengatakan bahwa kesulitan dalam soal karena sudah menggunakan standar internasional, sehingga butuh waktu yang panjang untuk mengenalkan HOTS ke seluruh guru dan pelajar di Indonesia. Jika tidak dikenalkan sejak sekarang, nilai Indonesia untuk meraih standar Program for International Student Assessment (PISA) takkan pernah bertambah, jelasnya.

Pada April 2019 kemarin sebanyak 28 juta pelajar mengikuti proses ujian akhir menggunakan komputer. Dari jumlah itu, baru sekitar 49 persen yang melaksanakannya, sementara 34,6 persen sekolah masih menggunakan ujian berbasis kertas. Pelaksanaan UNBK diwarnai dengan sejumlah kendala, termasuk kasus server down di situs UNBK yang menyebabkan keterlambatan akses kepada peserta UNBK, sehingga ini menjadi catatan perbaikan ke depannya.(ACI02)

Actualinside.com. Jambi - Pimpinan Komisi X DPR RI yang membidangi pendidikan mengingatkan masalah kekurangan guru di sekolah-sekolah di Tanah Air menjadi permasalahan serius dalam dunia pendidikan di negeri ini.

"Setiap tahun ada puluhan ribu guru yang pensiun, sehingga setiap tahun masalah kekurangan guru semakin serius," ungkapnya ketika berdialog dengan tenaga kependidikan di Jambi (27/4) kemarin.

Menurut Anggota Fraksi Partai Gerindra DPR tersebut masalah ini semangkin runyam ketika sampai saat ini angka pasti penerimaan guru belum disepakati, hanya saja SAH mengatakan ada rencana setiap tahun pemerintah akan mengangkat sekitar 100 ribu guru untuk menutupi kekurangan guru. Paling lama sekitar tujuh tahun ke depan, sehingga targetnya tenaga guru sudah terpenuhi.

Dalam kesempatan itu SAH yang dikenal sebagai Bapak Beasiswa Jambi tersebut menyatakan pemerintah dapat memberikan perhatian khusus kepada daerah-daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) di Indonesia. Berbagai kebijakan afirmasi digulirkan untuk membantu ketersediaan akses pada layanan pendidikan.

Untuk mengejar ketertinggalan dengan bangsa lain, komisi pendidikan DPR mengajak segenap pemangku kepentingan dapat memahami pentingnya peningkatan standar pendidikan. Salah satunya diawali dengan kalibrasi kemampuan tenaga pendidik agar setara dan semakin baik, serta peningkatan kualitas penilaian hasil belajar siswa.

"Standar yang kita gunakan untuk mendidik anak-anak kita itu di bawah standar negara-negara yang tergolong baik di PISA (Programme for International Student Assessment). Maka suka tidak suka, kita harus meningkatkan standar kita," ujarnya.

Secara bertahap, pemerintah mendorong pembelajaran abad 21 yang salah satu cirinya adalah penalaran. Sejak beberapa tahun terakhir, guru-guru dilatih untuk mampu mengajar dan melakukan evaluasi atau penilaian hasil belajar dengan metode yang mendorong penalaran tingkat tinggi.

"Kita harus menyiapkan generasi muda kita agar sesuai dengan zamannya. agar mereka jauh lebih baik dari kita. Saya berharap para pemangku kepentingan pendidikan dan kebudayaan di semua daerah selalu bersinergi. Ada tiga hal yang perlu menjadi fokus bersama, yakni kompetensi, karakter, dan literasi," katanya.

Menyinggung anggaran pendidikan di Tanah Air, SAH mengatakan pemerintah pusat telah mengalokasikan 20 persen Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara (APBN) sesuai amanat konstitusi. Anggaran pendidikan yang 20 persen itu seharusnya bukan hanya dari APBN saja. APBD wajib menganggarkan 20 persen.(ACI02)

Actualinside.com. Jambi - Pimpinan Komisi X DPR RI yang membidangi pendidikan mengingatkan masalah kekurangan guru di sekolah-sekolah di Tanah Air menjadi permasalahan serius dalam dunia pendidikan di negeri ini.

"Setiap tahun ada puluhan ribu guru yang pensiun, sehingga setiap tahun masalah kekurangan guru semakin serius," ungkapnya ketika berdialog dengan tenaga kependidikan di Jambi (27/4) kemarin.

Menurut Anggota Fraksi Partai Gerindra DPR tersebut masalah ini semangkin runyam ketika sampai saat ini angka pasti penerimaan guru belum disepakati, hanya saja SAH mengatakan ada rencana setiap tahun pemerintah akan mengangkat sekitar 100 ribu guru untuk menutupi kekurangan guru. Paling lama sekitar tujuh tahun ke depan, sehingga targetnya tenaga guru sudah terpenuhi.

Dalam kesempatan itu SAH yang dikenal sebagai Bapak Beasiswa Jambi tersebut menyatakan pemerintah dapat memberikan perhatian khusus kepada daerah-daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) di Indonesia. Berbagai kebijakan afirmasi digulirkan untuk membantu ketersediaan akses pada layanan pendidikan.

Untuk mengejar ketertinggalan dengan bangsa lain, komisi pendidikan DPR mengajak segenap pemangku kepentingan dapat memahami pentingnya peningkatan standar pendidikan. Salah satunya diawali dengan kalibrasi kemampuan tenaga pendidik agar setara dan semakin baik, serta peningkatan kualitas penilaian hasil belajar siswa.

"Standar yang kita gunakan untuk mendidik anak-anak kita itu di bawah standar negara-negara yang tergolong baik di PISA (Programme for International Student Assessment). Maka suka tidak suka, kita harus meningkatkan standar kita," ujarnya.

Secara bertahap, pemerintah mendorong pembelajaran abad 21 yang salah satu cirinya adalah penalaran. Sejak beberapa tahun terakhir, guru-guru dilatih untuk mampu mengajar dan melakukan evaluasi atau penilaian hasil belajar dengan metode yang mendorong penalaran tingkat tinggi.

"Kita harus menyiapkan generasi muda kita agar sesuai dengan zamannya. agar mereka jauh lebih baik dari kita. Saya berharap para pemangku kepentingan pendidikan dan kebudayaan di semua daerah selalu bersinergi. Ada tiga hal yang perlu menjadi fokus bersama, yakni kompetensi, karakter, dan literasi," katanya.

Menyinggung anggaran pendidikan di Tanah Air, SAH mengatakan pemerintah pusat telah mengalokasikan 20 persen Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara (APBN) sesuai amanat konstitusi. Anggaran pendidikan yang 20 persen itu seharusnya bukan hanya dari APBN saja. APBD wajib menganggarkan 20 persen.(ACI02)

Actualinside.com. ambi - Pernyataan tim pemenangan salah seorang calon anggota DPR RI Partai Gerindra yang menyatakan Murady menang telak di semua kabupaten kota mendapat tanggapan santai dari para ketua DPC Partai besutan Prabowo Subianto tersebut, bahkan berita ini mendapat tanggapan dari Armen Siregar Sekretaris  Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPD Partai Gerindra Provinsi Jambi. Menurutnya dari perhitungan suara internal Gerindra berdasarkan C1 yang telah mencapai 97 persen, untuk tingkat DPR RI masih didominasi oleh Sutan Adil Hendra (SAH), bahkan dominasi suara Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Jambi itu demikian besar yang mencapai 50 persen suara DPR RI Gerindra.

Pernyataan ini disampaikan Armen Siregar (27/4) di Pusat Tabulasi Pemilu Gerindra kawasan Telanaipura Jambi untuk meluruskan kesimpangsiuran informasi akibat klaim sepihak dari salah seorang calon.

"Tabulasi kita berdasarkan C1 sudah mencapai 97 persen, dari data C1 tersebut jelas untuk DPR RI 50 persen suara memilih Ketua DPD Pak SAH, peringkat kedua disusul oleh Ibu Hj. Sri Budiarti calon no urut 2, lalu dari mana data yang menyebutkan Pak Murady unggul di semua kabupaten kota,” tanya Armen yang mantan Kabag Umum dan Teknis KPU Provinsi Jambi tersebut.

Bantahan atas klaim keunggulan Murady ini juga disampaikan oleh para Ketua DPC Gerindra se Provinsi Jambi, di antaranya seperti Sarolangun, Kerinci, Kota Jambi, Tanjung Jabung barat, dan Tanjung Jabung Timur. Seperti Ashar Pulungan Ketua DPC Sarolangun, menurutnya sangat tidak benar Murady meraih suara terbesar di Sarolangun, apalagi sampai nomor dua setelah Pak HBA, karena kita yang mengumpulkan C1 melihat mayoritas suara DPR RI memilih Pak SAH dan ini valid ada dokumennya. Sehingga saya dan kawan-kawan DPC tertawa saja membaca berita ini, kami yang di daerah lebih tahu, bukan informasi hoaks seperti ini, ungkapnya.

Senada dengan Ketua DPC Sarolangun tersebut, bantahan berita ini juga disampaikan oleh Edminuddin Ketua DPC Kerinci, menurutnya secara keorganisasian apa yang disampaikan tim Pak Murady kurang etis, karena saat ini semua kader Gerindra di semua tingkatan lagi berkonsentrasi untuk mengamankan perhitungan suara pilpres agar jangan sampai dicurangi, apalagi informasi yang disampaikan tidak benar sama sekali, karena dari data C1 terlihat suara Pak SAH menang mutlak di sebagian besar TPS di Kerinci, jelas Anggota DPRD Kerinci tersebut.

Selanjutnya Faisal Riza Ketua DPC Tanjung Jabung Barat menyatakan hasil pemilu DPR RI di Tanjab Barat suara Pak SAH signifikan, cukup besar, calon yang lain termasuk Pak Murady belum keliatan suaranya, ini kesimpulan kami berdasarkan C1 yang dikumpulkan teman-teman saksi, jadi saya kaget melihat berita yang diklaim Pak Murady, ungkap Ketua DPRD Tanjung Jabung Barat ini

Di konfirmasi, Putra Abshor Hasibuan Ketua DPC Kota Jambi mengaku terkejut atas klaim tersebut, menurutnya data C1 kota yang sudah terekap 99 persen, suara Pak Ketua DPD sangat mendominasi di kota, untuk Gerindra di kota suara SAH pasti terbanyak, ini riil ada C1 nya.

Keunggulan SAH ini juga disampaikan Ashar Idris Ketua DPC Tanjung Jabung Timur mengungkapkan “Saya cukup terkejut membaca berita klaim Pak Murady ini, karena apa yang mereka sampaikan bertolak belakang dengan data dilapangan, di Tanjab Timur saja suara Pak SAH cukup besar, merata di semua TPS dari ujung Geragai Lintas Timur hingga Nipah Panjang," ungkapnya.


Selanjutnya untuk membuktikan klaim Murady ini tidak berdasar coba dilakukan oleh Armen Siregar selaku pengurus DPD Partai Gerindra Provinsi Jambi yang menyebutkan suara SAH menyebar merata di semua kabupaten kota, seperti di Kota Jambi yang sudah mendekati angka 20 ribu suara, Kerinci hampir 11 ribu, Merangin 7000 ribu dan kabupaten lainnya yang rata - rata mencapai 5000 ribu suara, dimana angka ini terus meningkat seiring data yang masuk ungkapnya.

Prediksi kita jika C1 sudah masuk semua, Insya Allah suara SAH mencapai 152 ribu di semua kabupaten kota se Provinsi Jambi. Terakhir Armen mengingatkan kondisi, dimana sekarang kader Gerindra sedang berjuang mengamankan suara Pilpres dari kecurangan, jangan justru ada caleg yang mengedepankan ambisi pribadi, apalagi datanya tidak benar, simpang siur dan  memperkeruh informasi yang dibawah, menjadi hoaks, tandasnya.

"Kita di DPD saja yang memegang C1 sangat hati - hati, karena inikan masalah sensitif maju mundur suatu partai, apalagi fokus kita masih untuk pilpres,” ungkapnya.

Sehingga Armen mengharapkan bagi calon legislatif Gerindra untuk menghentikan melakukan penyebaran luasan informasi bohong yang tidak berdasar atau hoaks, karena data itu ada di KPU dan tabulasi di masing - masing partai, tandasnya.(ACI02)

Actualinside.com. ambi - Pernyataan tim pemenangan salah seorang calon anggota DPR RI Partai Gerindra yang menyatakan Murady menang telak di semua kabupaten kota mendapat tanggapan santai dari para ketua DPC Partai besutan Prabowo Subianto tersebut, bahkan berita ini mendapat tanggapan dari Armen Siregar Sekretaris  Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPD Partai Gerindra Provinsi Jambi. Menurutnya dari perhitungan suara internal Gerindra berdasarkan C1 yang telah mencapai 97 persen, untuk tingkat DPR RI masih didominasi oleh Sutan Adil Hendra (SAH), bahkan dominasi suara Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Jambi itu demikian besar yang mencapai 50 persen suara DPR RI Gerindra.

Pernyataan ini disampaikan Armen Siregar (27/4) di Pusat Tabulasi Pemilu Gerindra kawasan Telanaipura Jambi untuk meluruskan kesimpangsiuran informasi akibat klaim sepihak dari salah seorang calon.

"Tabulasi kita berdasarkan C1 sudah mencapai 97 persen, dari data C1 tersebut jelas untuk DPR RI 50 persen suara memilih Ketua DPD Pak SAH, peringkat kedua disusul oleh Ibu Hj. Sri Budiarti calon no urut 2, lalu dari mana data yang menyebutkan Pak Murady unggul di semua kabupaten kota,” tanya Armen yang mantan Kabag Umum dan Teknis KPU Provinsi Jambi tersebut.

Bantahan atas klaim keunggulan Murady ini juga disampaikan oleh para Ketua DPC Gerindra se Provinsi Jambi, di antaranya seperti Sarolangun, Kerinci, Kota Jambi, Tanjung Jabung barat, dan Tanjung Jabung Timur. Seperti Ashar Pulungan Ketua DPC Sarolangun, menurutnya sangat tidak benar Murady meraih suara terbesar di Sarolangun, apalagi sampai nomor dua setelah Pak HBA, karena kita yang mengumpulkan C1 melihat mayoritas suara DPR RI memilih Pak SAH dan ini valid ada dokumennya. Sehingga saya dan kawan-kawan DPC tertawa saja membaca berita ini, kami yang di daerah lebih tahu, bukan informasi hoaks seperti ini, ungkapnya.

Senada dengan Ketua DPC Sarolangun tersebut, bantahan berita ini juga disampaikan oleh Edminuddin Ketua DPC Kerinci, menurutnya secara keorganisasian apa yang disampaikan tim Pak Murady kurang etis, karena saat ini semua kader Gerindra di semua tingkatan lagi berkonsentrasi untuk mengamankan perhitungan suara pilpres agar jangan sampai dicurangi, apalagi informasi yang disampaikan tidak benar sama sekali, karena dari data C1 terlihat suara Pak SAH menang mutlak di sebagian besar TPS di Kerinci, jelas Anggota DPRD Kerinci tersebut.

Selanjutnya Faisal Riza Ketua DPC Tanjung Jabung Barat menyatakan hasil pemilu DPR RI di Tanjab Barat suara Pak SAH signifikan, cukup besar, calon yang lain termasuk Pak Murady belum keliatan suaranya, ini kesimpulan kami berdasarkan C1 yang dikumpulkan teman-teman saksi, jadi saya kaget melihat berita yang diklaim Pak Murady, ungkap Ketua DPRD Tanjung Jabung Barat ini

Di konfirmasi, Putra Abshor Hasibuan Ketua DPC Kota Jambi mengaku terkejut atas klaim tersebut, menurutnya data C1 kota yang sudah terekap 99 persen, suara Pak Ketua DPD sangat mendominasi di kota, untuk Gerindra di kota suara SAH pasti terbanyak, ini riil ada C1 nya.

Keunggulan SAH ini juga disampaikan Ashar Idris Ketua DPC Tanjung Jabung Timur mengungkapkan “Saya cukup terkejut membaca berita klaim Pak Murady ini, karena apa yang mereka sampaikan bertolak belakang dengan data dilapangan, di Tanjab Timur saja suara Pak SAH cukup besar, merata di semua TPS dari ujung Geragai Lintas Timur hingga Nipah Panjang," ungkapnya.


Selanjutnya untuk membuktikan klaim Murady ini tidak berdasar coba dilakukan oleh Armen Siregar selaku pengurus DPD Partai Gerindra Provinsi Jambi yang menyebutkan suara SAH menyebar merata di semua kabupaten kota, seperti di Kota Jambi yang sudah mendekati angka 20 ribu suara, Kerinci hampir 11 ribu, Merangin 7000 ribu dan kabupaten lainnya yang rata - rata mencapai 5000 ribu suara, dimana angka ini terus meningkat seiring data yang masuk ungkapnya.

Prediksi kita jika C1 sudah masuk semua, Insya Allah suara SAH mencapai 152 ribu di semua kabupaten kota se Provinsi Jambi. Terakhir Armen mengingatkan kondisi, dimana sekarang kader Gerindra sedang berjuang mengamankan suara Pilpres dari kecurangan, jangan justru ada caleg yang mengedepankan ambisi pribadi, apalagi datanya tidak benar, simpang siur dan  memperkeruh informasi yang dibawah, menjadi hoaks, tandasnya.

"Kita di DPD saja yang memegang C1 sangat hati - hati, karena inikan masalah sensitif maju mundur suatu partai, apalagi fokus kita masih untuk pilpres,” ungkapnya.

Sehingga Armen mengharapkan bagi calon legislatif Gerindra untuk menghentikan melakukan penyebaran luasan informasi bohong yang tidak berdasar atau hoaks, karena data itu ada di KPU dan tabulasi di masing - masing partai, tandasnya.(ACI02)

Actualinside.com. Jambi -  perhitungan hasil suara pemilihan untuk tingkat DPR RI masih berlangsung di tingkat kecamatan, namun demikian Internal Gerindra berdasarkan rekapitulasi C1 yang dikumpulkan saksi partai sudah bisa diketahui.

Berdasarkan rekapitulasi dari C1 tersebut diketahui calon anggota DPR RI partai Gerindra nomor urut 1 Sutan Adil Hendra mendapatkan suara signifikan terbesar dari calon lainnya. Pernyataan ini disampaikan Armen Siregar Sekretaris Tim pemenangan Gerindra (26/4) di sela - sela tabulasi hasil pemilu di kantor DPD partai kawasan Telanaipura Jambi.

" Alhamdulilah hasil rekapitulasi kita siang ini suara pak SAH sudah mencapai 112 ribu suara lebih di semua kabupaten kota, dengan data yang masuk mencapai 80 persen. "

Angka ini menurutnya direkap dari 11 kabupaten kota seprovinsi Jambi langsung dari C1 atau foto C1 Plano yang dilaporkan saksi. dimana menurut mantan Kabag umum dan teknis KPU provinsi Jambi ini suara SAH cukup menyebar secara merata di semua TPS di provinsi Jambi.

" Suara pak SAH cukup menyebar dan merata di semua TPS di provinsi Jambi, dengan prosentase suara terbesar berasal dari kota Jambi, Kerinci, Muaro Jambi dan merata di 8 kabupaten kota lainnnya. "

Dari hasil rekapitulasi sementara ini Armen mengaku optimis SAH akan kembali duduk sebagai anggota DPR RI mewakili provinsi Jambi, mohon doanya, sama - sama pengumuman KPU, tandasnya.(ACI02)

Actualinside.com. Jambi -  perhitungan hasil suara pemilihan untuk tingkat DPR RI masih berlangsung di tingkat kecamatan, namun demikian Internal Gerindra berdasarkan rekapitulasi C1 yang dikumpulkan saksi partai sudah bisa diketahui.

Berdasarkan rekapitulasi dari C1 tersebut diketahui calon anggota DPR RI partai Gerindra nomor urut 1 Sutan Adil Hendra mendapatkan suara signifikan terbesar dari calon lainnya. Pernyataan ini disampaikan Armen Siregar Sekretaris Tim pemenangan Gerindra (26/4) di sela - sela tabulasi hasil pemilu di kantor DPD partai kawasan Telanaipura Jambi.

" Alhamdulilah hasil rekapitulasi kita siang ini suara pak SAH sudah mencapai 112 ribu suara lebih di semua kabupaten kota, dengan data yang masuk mencapai 80 persen. "

Angka ini menurutnya direkap dari 11 kabupaten kota seprovinsi Jambi langsung dari C1 atau foto C1 Plano yang dilaporkan saksi. dimana menurut mantan Kabag umum dan teknis KPU provinsi Jambi ini suara SAH cukup menyebar secara merata di semua TPS di provinsi Jambi.

" Suara pak SAH cukup menyebar dan merata di semua TPS di provinsi Jambi, dengan prosentase suara terbesar berasal dari kota Jambi, Kerinci, Muaro Jambi dan merata di 8 kabupaten kota lainnnya. "

Dari hasil rekapitulasi sementara ini Armen mengaku optimis SAH akan kembali duduk sebagai anggota DPR RI mewakili provinsi Jambi, mohon doanya, sama - sama pengumuman KPU, tandasnya.(ACI02)

Actualinside.com. jambi - Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Jambi Sutan Adil Hendra (SAH) meminta kadernya mengawasi penghitungan suara. Selain itu, mereka tidak boleh terlalu percaya kepada hitung cepat sehingga mengendurkan pengawasan.

"Selama proses pencoblosan sampai penghitungan akhir hasil pemilu, lakukan pengawasan yang saksama. Kumpulkan semua data sehingga menjadi bukti yang akurat. Jangan sampai terjadi kecurangan dalam penyelenggaraan pemilu," ucap SAH disela - sela tabulasi internal suara pileg dan pilpres 2019 di DPD Partai Gerindra Provinsi Jambi (18/4) kemarin.

"Jangan mudah terpengaruh oleh hasil penghitungan cepat atau quick count yang diumumkan melalui media. Quick count berpotensi membuat kita patah semangat, lalu lalai dan tidak lagi melakukan pengawasan," ujarnya.


Mereka harus terus mengawasi proses penghitungan dari TPS sampai rekapitulasi di KPU, sehingga tidak ada kecurangan atau manipulasi data perolehan suara.

"Hasil quick count berpotensi dimanfaatkan oleh mereka yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan kecurangan. Apa pun hasil quick count, jangan membuat para caleg dan kader kita terpengaruh."

SAH menyebutkan hasil penghitungan resmi berasal dari KPU. Jangan sampai hasil resmi hanya menjadi pendukung, bahkan mengikuti hitung cepat.

"Hasil akhir pemilu adalah hasil yang secara resmi diumumkan KPU. Jangan sampai hasil akhir pemilu justru hanya mengikuti dan melegitimasi hasil quick count, yakinlah kita akan menang, Prabowo Sandi akan menjadi presiden, tandas SAH.(ACI06)

Actualinside.com. jambi - Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Jambi Sutan Adil Hendra (SAH) meminta kadernya mengawasi penghitungan suara. Selain itu, mereka tidak boleh terlalu percaya kepada hitung cepat sehingga mengendurkan pengawasan.

"Selama proses pencoblosan sampai penghitungan akhir hasil pemilu, lakukan pengawasan yang saksama. Kumpulkan semua data sehingga menjadi bukti yang akurat. Jangan sampai terjadi kecurangan dalam penyelenggaraan pemilu," ucap SAH disela - sela tabulasi internal suara pileg dan pilpres 2019 di DPD Partai Gerindra Provinsi Jambi (18/4) kemarin.

"Jangan mudah terpengaruh oleh hasil penghitungan cepat atau quick count yang diumumkan melalui media. Quick count berpotensi membuat kita patah semangat, lalu lalai dan tidak lagi melakukan pengawasan," ujarnya.


Mereka harus terus mengawasi proses penghitungan dari TPS sampai rekapitulasi di KPU, sehingga tidak ada kecurangan atau manipulasi data perolehan suara.

"Hasil quick count berpotensi dimanfaatkan oleh mereka yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan kecurangan. Apa pun hasil quick count, jangan membuat para caleg dan kader kita terpengaruh."

SAH menyebutkan hasil penghitungan resmi berasal dari KPU. Jangan sampai hasil resmi hanya menjadi pendukung, bahkan mengikuti hitung cepat.

"Hasil akhir pemilu adalah hasil yang secara resmi diumumkan KPU. Jangan sampai hasil akhir pemilu justru hanya mengikuti dan melegitimasi hasil quick count, yakinlah kita akan menang, Prabowo Sandi akan menjadi presiden, tandas SAH.(ACI06)

Actualinside.com. Jambi - Peringatan Isra’ Mi’raj menyimpan sejuta makna untuk umat manusia, tanpa terkecuali bagi suatu bangsa. Makna spiritual sudah pasti disampaikan oleh para tokoh agama, terutama dalam momentum pengajian, dan kegiatan-kegiatan lainnya dalam rangka memperingati hari bersejarah ini.

Namun menurut Anggota DPR RI Sutan Adil Hendra (SAH) Isra’ Mi’raj bisa memiliki keterkaitan dengan komitmen kebangsaan dalam melakukan perubahan.

"Isra mi'raj itu bisa kita artikan sebagai momentum kebangsaan untuk melakukan perubahan, karena peristiwa isra' dan mi'raj merupakan perubahan yang fundamental dalam perjalanan dakwah nabi Muhammad SAW, khususnya masalah kebersihan hati dan perintah sholat, artinya perubahan kebangsaan perlu dilakukan dengan bersih dan usaha spritual dalam gambaran perintah sholat ."

Menurut Anggota Fraksi Partai Gerindra itu hal ini menjadi penting untuk segera diaktualisasikan dalam kehidupan bernegara.

Pada konteks ini SAH menjelaskan dua hakikat Isra’ Mi’raj itu pada dua dimensi; vertikal (spiritual) dan horizontal (sosial, politik, dll). Pada dimensi horizontal inilah, letak komitmen kebangsaan berada.

 "Intinya dengan momentum Isra’ Mi’raj selalu menegaskan bahwa umat Islam Indonesia harus bergerak, ikut menjadi bagian dalam perubahan untuk negeri ini, apalagi umat muslim merupakan bagian terbesar bangsa Indonesia," tandasnya.(ACI02)

Actualinside.com. Jambi - Peringatan Isra’ Mi’raj menyimpan sejuta makna untuk umat manusia, tanpa terkecuali bagi suatu bangsa. Makna spiritual sudah pasti disampaikan oleh para tokoh agama, terutama dalam momentum pengajian, dan kegiatan-kegiatan lainnya dalam rangka memperingati hari bersejarah ini.

Namun menurut Anggota DPR RI Sutan Adil Hendra (SAH) Isra’ Mi’raj bisa memiliki keterkaitan dengan komitmen kebangsaan dalam melakukan perubahan.

"Isra mi'raj itu bisa kita artikan sebagai momentum kebangsaan untuk melakukan perubahan, karena peristiwa isra' dan mi'raj merupakan perubahan yang fundamental dalam perjalanan dakwah nabi Muhammad SAW, khususnya masalah kebersihan hati dan perintah sholat, artinya perubahan kebangsaan perlu dilakukan dengan bersih dan usaha spritual dalam gambaran perintah sholat ."

Menurut Anggota Fraksi Partai Gerindra itu hal ini menjadi penting untuk segera diaktualisasikan dalam kehidupan bernegara.

Pada konteks ini SAH menjelaskan dua hakikat Isra’ Mi’raj itu pada dua dimensi; vertikal (spiritual) dan horizontal (sosial, politik, dll). Pada dimensi horizontal inilah, letak komitmen kebangsaan berada.

 "Intinya dengan momentum Isra’ Mi’raj selalu menegaskan bahwa umat Islam Indonesia harus bergerak, ikut menjadi bagian dalam perubahan untuk negeri ini, apalagi umat muslim merupakan bagian terbesar bangsa Indonesia," tandasnya.(ACI02)

Kanal HKK

Total Pageviews

Media Partner