SIGINJAI

DAERAH

WAWANCARA

POLITIK

SPORT

ACTUAL TV


Actualinside.com. Jambi - Perjuangan Anggota DPR RI dari Provinsi Jambi Sutan Adil Hendra (SAH) dalam mendatangkan program beasiswa bagi masyarakat Provinsi Jambi dinilai sangat positif oleh masyarakat.

Bahkan Sutiono salah seorang warga Sei Gelam Muaro Jambi mengatakan selama ini Provinsi Jambi memiliki banyak sekali Anggota DPR RI yang hebat dan berjasa bagi pembangunan daerah.

"Banyak sekali anggota dewan yang hebat di Provinsi Jambi, namun program beasiswa yang SAH perjuangkan langsung kami rasakan manfaatnya, semua anak - anak menikmati," ungkap pria yang juga berprofesi sebagai guru tersebut.

Manfaat beasiswa yang diperjuangkan SAH ini menurutnya bisa dilihat dari besarnya jumlah penerima beasiswa PIP, bidikmisi dan PPA yang diterima pelajar dan mahasiswa di Provinsi Jambi.

"Saya pikir belum ada dalam sejarah Jambi, jumlah penerima beasiswa PIP bisa menyentuh angka 53 ribu untuk satu tahun 2019 ini, ini bukti bahwa besar sekali manfaat yang dirasakan masyarakat. "

Apalagi mengurus beasiswa bagi anak sekolah sejatinya membutuhkan kesadaran nurani yang tinggi, karena bidang ini tidak seksi, ngurusi dana sekolah bagi masyarakat, tidak seperti program infrastruktur yang terkadang ada motif bisnis yang dipadukan dengan kekuatan politik.

Sehingga dalam konteks ini pria setengah baya ini mengaku kagum dengan ketulusan dan keikhlasan SAH berbuat bagi masyarakat Jambi. Beliau berbuat terbaik tanpa ada embel-embel bisnis atau apa, ia tulus membangun Jambi, berbuat bagi umat, tandasnya.(ACI02)

Actualinside.com. Jambi - Perjuangan Anggota DPR RI dari Provinsi Jambi Sutan Adil Hendra (SAH) dalam mendatangkan program beasiswa bagi masyarakat Provinsi Jambi dinilai sangat positif oleh masyarakat.

Bahkan Sutiono salah seorang warga Sei Gelam Muaro Jambi mengatakan selama ini Provinsi Jambi memiliki banyak sekali Anggota DPR RI yang hebat dan berjasa bagi pembangunan daerah.

"Banyak sekali anggota dewan yang hebat di Provinsi Jambi, namun program beasiswa yang SAH perjuangkan langsung kami rasakan manfaatnya, semua anak - anak menikmati," ungkap pria yang juga berprofesi sebagai guru tersebut.

Manfaat beasiswa yang diperjuangkan SAH ini menurutnya bisa dilihat dari besarnya jumlah penerima beasiswa PIP, bidikmisi dan PPA yang diterima pelajar dan mahasiswa di Provinsi Jambi.

"Saya pikir belum ada dalam sejarah Jambi, jumlah penerima beasiswa PIP bisa menyentuh angka 53 ribu untuk satu tahun 2019 ini, ini bukti bahwa besar sekali manfaat yang dirasakan masyarakat. "

Apalagi mengurus beasiswa bagi anak sekolah sejatinya membutuhkan kesadaran nurani yang tinggi, karena bidang ini tidak seksi, ngurusi dana sekolah bagi masyarakat, tidak seperti program infrastruktur yang terkadang ada motif bisnis yang dipadukan dengan kekuatan politik.

Sehingga dalam konteks ini pria setengah baya ini mengaku kagum dengan ketulusan dan keikhlasan SAH berbuat bagi masyarakat Jambi. Beliau berbuat terbaik tanpa ada embel-embel bisnis atau apa, ia tulus membangun Jambi, berbuat bagi umat, tandasnya.(ACI02)

Actualinside.com JAMBI - Program Indonesia Pintar (PIP) ditujukan bagi anak bangsa usia sekolah pada seluruh jenjang pendidikan. Pernyataan ini disampaikan Anggota DPR RI Sutan Adil Hendra (SAH) ketika melakukan penyerahan Beasiswa PIP di beberapa sekolah di Kota Jambi beberapa waktu lalu.

"Beasiswa PIP ini ditujukan kepada semua anak bangsa di usia sekolah di Indonesia, dengan tujuan untuk memotivasi para siswa untuk lebih berprestasi di sekolah tanpa terkecuali," ungkapnya.

Sehingga kata SAH, anak - anak Indonesia mempunyai peluang untuk menjadi orang yang berguna dengan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi mulai dari tingkat SD hingga Perguruan Tinggi.

Dimana menurut Pimpinan Komisi X DPR RI Fraksi Partai Gerindra ini kepedulian semua pihak dalam menunjang pendidikan menjadi kata kunci meningkatkan kualitas di semua daerah termasuk daerah pedalaman, pinggiran dan tertinggal tanpa terkecuali.

“Kami peduli karena pendidikan adalah salah satu sektor yang vital dalam menentukan kualitas dan masa depan manusia itu. Oleh karena itu saya harapkan anak-anak biar daerahnya di pedalaman, pinggiran dan tertinggal jangan kalah dengan anak-anak di tengah kota,” ujar SAH menegaskan.

Sementara itu Kepala Sekolah SD Negeri 122 IX Petaling Yahya Nawawi, sangat mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Anggota DPR-RI dari Fraksi Partai Gerindra yang peduli dengan pendidikan di daerah Jambi.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh Pak SAH, yang mau memberikan bantuan kepada siswa berprestasi di sekolah-sekolah di daerah Jambi," ungkapnya.

Yahya mengharapkan pemberian beasiswa ini dapat terus berkesinambungan sehingga dunia pendidikan di Provinsi Jambi dapat lebih maju lagi, pungkasnya(aci - 02)

Actualinside.com JAMBI - Program Indonesia Pintar (PIP) ditujukan bagi anak bangsa usia sekolah pada seluruh jenjang pendidikan. Pernyataan ini disampaikan Anggota DPR RI Sutan Adil Hendra (SAH) ketika melakukan penyerahan Beasiswa PIP di beberapa sekolah di Kota Jambi beberapa waktu lalu.

"Beasiswa PIP ini ditujukan kepada semua anak bangsa di usia sekolah di Indonesia, dengan tujuan untuk memotivasi para siswa untuk lebih berprestasi di sekolah tanpa terkecuali," ungkapnya.

Sehingga kata SAH, anak - anak Indonesia mempunyai peluang untuk menjadi orang yang berguna dengan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi mulai dari tingkat SD hingga Perguruan Tinggi.

Dimana menurut Pimpinan Komisi X DPR RI Fraksi Partai Gerindra ini kepedulian semua pihak dalam menunjang pendidikan menjadi kata kunci meningkatkan kualitas di semua daerah termasuk daerah pedalaman, pinggiran dan tertinggal tanpa terkecuali.

“Kami peduli karena pendidikan adalah salah satu sektor yang vital dalam menentukan kualitas dan masa depan manusia itu. Oleh karena itu saya harapkan anak-anak biar daerahnya di pedalaman, pinggiran dan tertinggal jangan kalah dengan anak-anak di tengah kota,” ujar SAH menegaskan.

Sementara itu Kepala Sekolah SD Negeri 122 IX Petaling Yahya Nawawi, sangat mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Anggota DPR-RI dari Fraksi Partai Gerindra yang peduli dengan pendidikan di daerah Jambi.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh Pak SAH, yang mau memberikan bantuan kepada siswa berprestasi di sekolah-sekolah di daerah Jambi," ungkapnya.

Yahya mengharapkan pemberian beasiswa ini dapat terus berkesinambungan sehingga dunia pendidikan di Provinsi Jambi dapat lebih maju lagi, pungkasnya(aci - 02)

Actualinside.com.JAMBI - Pimpinan Komisi X DPR RI Sutan Adil Hendra (SAH) dikenal sukses memperjuangkan beasiswa pendidikan bagi masyarakat Provinsi Jambi, baik itu beasiswa PIP untuk pelajar SD, SMP, SMA dan SMK, Bidikmisi dan PPA untuk mahasiswa.

Konsisten dengan program beasiswa pendidikan yang diperjuangkannya, SAH dijuluki masyarakat sebagai Bapak Beasiswa Provinsi Jambi.

 Ucapan ini sudah sering terdengar dalam obrolan hari - hari masyarakat Jambi, bahkan ketika Pimpinan Komisi X DPR RI tersebut berkunjung ke sekolah-sekolah masyarakat terbiasa untuk menyebut SAH sebagai Bapak Beasiswa.

Prestasi ini ternyata membawa efek elektoral bagi SAH, setidaknya hal ini terlihat dari banyaknya inisiatif masyarakat yang menyatakan dukungan terhadap SAH. Asmoro Tokoh Masyarakat Sungai Gelam secara spontan mengharapkan Ketua DPD Partai Gerindra tersebut terus terpilih kembali sebagai Anggota DPR RI mewakili Provinsi Jambi. Ungkapan ini disampaikannya ketika SAH mengunjungi SDN 122 Sungai Gelam, Muaro Jambi dalam rangkaian acara penyerahan simbolis Beasiswa PIP. (22/3) lalu.

"Terus terang saya melihat Pak SAH telah berbuat banyak bagi Provinsi Jambi, ribuan Beasiswa PIP, Bidikmisi hingga PPA dinikmati pelajar dan mahasiswa di Jambi, inikan bukti kerja beliau nyata manfaatnya bagi masyarakat. Saya berdoa dan mendukung Bapak SAH untuk terus memperjuangkan pendidikan bagi pelajar dan mahasiswa di Provinsi Jambi," pungkasnya(aci - 02)

Actualinside.com.JAMBI - Pimpinan Komisi X DPR RI Sutan Adil Hendra (SAH) dikenal sukses memperjuangkan beasiswa pendidikan bagi masyarakat Provinsi Jambi, baik itu beasiswa PIP untuk pelajar SD, SMP, SMA dan SMK, Bidikmisi dan PPA untuk mahasiswa.

Konsisten dengan program beasiswa pendidikan yang diperjuangkannya, SAH dijuluki masyarakat sebagai Bapak Beasiswa Provinsi Jambi.

 Ucapan ini sudah sering terdengar dalam obrolan hari - hari masyarakat Jambi, bahkan ketika Pimpinan Komisi X DPR RI tersebut berkunjung ke sekolah-sekolah masyarakat terbiasa untuk menyebut SAH sebagai Bapak Beasiswa.

Prestasi ini ternyata membawa efek elektoral bagi SAH, setidaknya hal ini terlihat dari banyaknya inisiatif masyarakat yang menyatakan dukungan terhadap SAH. Asmoro Tokoh Masyarakat Sungai Gelam secara spontan mengharapkan Ketua DPD Partai Gerindra tersebut terus terpilih kembali sebagai Anggota DPR RI mewakili Provinsi Jambi. Ungkapan ini disampaikannya ketika SAH mengunjungi SDN 122 Sungai Gelam, Muaro Jambi dalam rangkaian acara penyerahan simbolis Beasiswa PIP. (22/3) lalu.

"Terus terang saya melihat Pak SAH telah berbuat banyak bagi Provinsi Jambi, ribuan Beasiswa PIP, Bidikmisi hingga PPA dinikmati pelajar dan mahasiswa di Jambi, inikan bukti kerja beliau nyata manfaatnya bagi masyarakat. Saya berdoa dan mendukung Bapak SAH untuk terus memperjuangkan pendidikan bagi pelajar dan mahasiswa di Provinsi Jambi," pungkasnya(aci - 02)

Actualinside.com JAMBI - Penyelesaian konflik tak kunjung selesai Puluhan massa melakukan aksi di Dinas Kehutanan Provinsi Jambi.

Ketua Persatuan Petani Jambi (PPJ) Erizal saat di wawancara Actualinside.com pada senin 25/03/2019 mengatakan,Aksi protes kami pada hari ini merupakan bentuk dari tidak ada keputusan yang jelas terkait pebyelesaian konflik antara masyarakat dengan PT.Rimba Hutan Mas (RHM) anak perusahaan PT.Sinar Mas Gruop.

Konflik ini sudah sangat lama sudah beberapa kali di buat tim baik yang di Sk kan oleh Gubernur jambi maupun yang di SK oleh Kadis Kehutanan Provinsi Jambi.Namun sampai saat ini penyelesaian konflik yang di harapakan oleh masyarakat dapat selesai,namun sampai saat ini belum juga terealisasi.

Kami kesini minta ketegasan dan kejelasan dari pihak pemerintah dalam hal ini Dinas Kehutanan Provinsi Jambi.Jangan diam saja dengan kondisi yang ada pada saat ini.

Kadis kehutanan Provinsi Jambi A.Bastari langsung menemui para perwakilan petani.Dalam sambutannya kadis mengatakan bahwa pihak Dinas telah berupaya untuk mempasilitasi penyelesaian konflik tersebut,Namun pihak perusahaan memang menolak apa yang telah menjadi kesepakatan.Berdasarkan SK kadis kehutanan.

 Menindak lanjuti aksi para perwakilan petani A.Bastari maka membuat dan berkirim surat kepada Meteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup KLHK,serta akan menyurati pihak PT RHM.Sesuai permintaan para petani bahwa Kadis Kehutanan akan menyampaikan kepada pihak Perusahaan bahwa para petani akan masuk kepada lokasi,areal yang di sengketakan.

Adapun perwakilan petani terdiri dari dari Desa Suko Awin Jaya ,Warmak,Desa Danau Lamo A. Majid,Desa Sungai Beras Toimun,Drsa Kuala Dasal,Desa Bukit Baling dan juga ada dari Desa Kunangan Uun Suheli.

Uun Suhelli kepada awak media mengatakan bahwa kasus ini sudah lama kok belum selesai juga,kalau tidak ada penyelesaian yang jelas maka kami semua akan sepakat untuk masuk langsung ke lahan kami ungkap Uun Suheli.(Aci - 02)

Actualinside.com JAMBI - Penyelesaian konflik tak kunjung selesai Puluhan massa melakukan aksi di Dinas Kehutanan Provinsi Jambi.

Ketua Persatuan Petani Jambi (PPJ) Erizal saat di wawancara Actualinside.com pada senin 25/03/2019 mengatakan,Aksi protes kami pada hari ini merupakan bentuk dari tidak ada keputusan yang jelas terkait pebyelesaian konflik antara masyarakat dengan PT.Rimba Hutan Mas (RHM) anak perusahaan PT.Sinar Mas Gruop.

Konflik ini sudah sangat lama sudah beberapa kali di buat tim baik yang di Sk kan oleh Gubernur jambi maupun yang di SK oleh Kadis Kehutanan Provinsi Jambi.Namun sampai saat ini penyelesaian konflik yang di harapakan oleh masyarakat dapat selesai,namun sampai saat ini belum juga terealisasi.

Kami kesini minta ketegasan dan kejelasan dari pihak pemerintah dalam hal ini Dinas Kehutanan Provinsi Jambi.Jangan diam saja dengan kondisi yang ada pada saat ini.

Kadis kehutanan Provinsi Jambi A.Bastari langsung menemui para perwakilan petani.Dalam sambutannya kadis mengatakan bahwa pihak Dinas telah berupaya untuk mempasilitasi penyelesaian konflik tersebut,Namun pihak perusahaan memang menolak apa yang telah menjadi kesepakatan.Berdasarkan SK kadis kehutanan.

 Menindak lanjuti aksi para perwakilan petani A.Bastari maka membuat dan berkirim surat kepada Meteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup KLHK,serta akan menyurati pihak PT RHM.Sesuai permintaan para petani bahwa Kadis Kehutanan akan menyampaikan kepada pihak Perusahaan bahwa para petani akan masuk kepada lokasi,areal yang di sengketakan.

Adapun perwakilan petani terdiri dari dari Desa Suko Awin Jaya ,Warmak,Desa Danau Lamo A. Majid,Desa Sungai Beras Toimun,Drsa Kuala Dasal,Desa Bukit Baling dan juga ada dari Desa Kunangan Uun Suheli.

Uun Suhelli kepada awak media mengatakan bahwa kasus ini sudah lama kok belum selesai juga,kalau tidak ada penyelesaian yang jelas maka kami semua akan sepakat untuk masuk langsung ke lahan kami ungkap Uun Suheli.(Aci - 02)

Actualinside.com.Jambi - Pimoinan Komisi X DPR RI Sutan Adil Hendra (SAH) Sabtu tanggal 23 Maret 2019 kemarin menjadi pembicara kunci (Keynote Speaker) Sosialisasi Hak Kekayaan Intelektual (HKI) bagi pelaku usaha kreatif Provinsi Jambi.

Dalam seminar yang dilaksanakan di Hotel Aston Jambi tersebut SAH yang menjabat Pimpinan Komisi X DPR RI itu mengatakan HKI menjadi sesuatu hal yang sangat penting dalam membangun brand suatu produk kreatif.

"HKI membentuk sekaligus melindungi hasil karya baik merk (brand), desain, teknologi ataupun sistem dari suatu produk kreatif, dengan paten yang nilai ekonomis suatu produk dapat ditingkatkan secara optimal," jelasnya.

Namun dalam pandangan Pimpinan Komisi yang membidangi Ekonomi Kreatif itu HKI belum begitu dipahami oleh pelaku ekonomi kreatif di tanah air termasuk Provinsi Jambi.

Akibatnya banyak produk kreatif yang sebenarnya berpotensi untuk berkembang justru jalan di tempat, bahkan ketika produknya di tiru orang lain mereka juga tak bisa berbuat apa - apa, karena memang tidak ada paten yang melindungi kekayaan intelektual mereka.

Tanpa paten atas buah pikiran atau kreasi produk yang kita miliki atau yang kita kembangkan selama ini, susah kita bersaing dan berkembang, jelas SAH di hadapan ratusan pelaku usaha kreatif di Jambi.

Acara sosialisasi ini ini menghadirkan beberapa pembicara seperti oleh Ari Juliano Gema (Deputi Fasilitasi HKI dan Regulasi Bekraf RI), Drs. Ariansyah, ME (Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jambi) dan beberapa pembicara yang berkompeten lainnya.

Peserta sendiri merasa terbantu akan program Bekraf tersebut, seperti Andri Yenny pengusaha yang menekuni usaha kuliner mengaku sangat senang akan acara ini, karena meningkatkan pengetahuan akan paten usaha dan pentingnya kekayaan intelektual produk yang mereka ciptakan.

"Selama ini kita tidak begitu paham akan kekayaan intelektual, namun hari ini wawasan kita bertambah, Bekraf memang penuh inovasi," jelasnya.(ACI02)

Actualinside.com.Jambi - Pimoinan Komisi X DPR RI Sutan Adil Hendra (SAH) Sabtu tanggal 23 Maret 2019 kemarin menjadi pembicara kunci (Keynote Speaker) Sosialisasi Hak Kekayaan Intelektual (HKI) bagi pelaku usaha kreatif Provinsi Jambi.

Dalam seminar yang dilaksanakan di Hotel Aston Jambi tersebut SAH yang menjabat Pimpinan Komisi X DPR RI itu mengatakan HKI menjadi sesuatu hal yang sangat penting dalam membangun brand suatu produk kreatif.

"HKI membentuk sekaligus melindungi hasil karya baik merk (brand), desain, teknologi ataupun sistem dari suatu produk kreatif, dengan paten yang nilai ekonomis suatu produk dapat ditingkatkan secara optimal," jelasnya.

Namun dalam pandangan Pimpinan Komisi yang membidangi Ekonomi Kreatif itu HKI belum begitu dipahami oleh pelaku ekonomi kreatif di tanah air termasuk Provinsi Jambi.

Akibatnya banyak produk kreatif yang sebenarnya berpotensi untuk berkembang justru jalan di tempat, bahkan ketika produknya di tiru orang lain mereka juga tak bisa berbuat apa - apa, karena memang tidak ada paten yang melindungi kekayaan intelektual mereka.

Tanpa paten atas buah pikiran atau kreasi produk yang kita miliki atau yang kita kembangkan selama ini, susah kita bersaing dan berkembang, jelas SAH di hadapan ratusan pelaku usaha kreatif di Jambi.

Acara sosialisasi ini ini menghadirkan beberapa pembicara seperti oleh Ari Juliano Gema (Deputi Fasilitasi HKI dan Regulasi Bekraf RI), Drs. Ariansyah, ME (Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jambi) dan beberapa pembicara yang berkompeten lainnya.

Peserta sendiri merasa terbantu akan program Bekraf tersebut, seperti Andri Yenny pengusaha yang menekuni usaha kuliner mengaku sangat senang akan acara ini, karena meningkatkan pengetahuan akan paten usaha dan pentingnya kekayaan intelektual produk yang mereka ciptakan.

"Selama ini kita tidak begitu paham akan kekayaan intelektual, namun hari ini wawasan kita bertambah, Bekraf memang penuh inovasi," jelasnya.(ACI02)

Actualinside.com. Jambi -   pilar kebangsaan saat ini merupakan pondasi yang membentengi keberadaan (eksistensi) Indonesia sebagai suatu negara. Sehingga nilai - nilai yang terkandung di dalamnya harus senantiasa terjaga, dipelihara serta dipertahankan dengan suatu sistem pendidikan nasional yang adaptif dalam memperkokoh jati diri kebangsaan dalam sanubari setiap generasi.

"Empat pilar kebangsaan yang terdiri dari Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika akan kokoh sebagai benteng keberadaan Indonesia jika diikuti dengan majunya pendidikan."

Pernyataan ini disampaikan Anggota MPR RI Sutan Adil Hendra (SAH) dalam rangkaian kunjungan sosialisasi empat pilar kebangsaan yang ia lakukan tanggal 23 - 25 Maret 2019 ini. Menurut pria yang akrab disapa SAH tersebut tanpa didukung kemajuan dunia pendidikan upaya sosialisasi empat pilar menjadi suatu usaha yang sia - sia, hal ini dikarenakan empat pilar merupakan nilai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara yang harus ditanamkan secara berjenjang dari segala usia dan generasi.

Sehingga dunia pendidikan satu - satunya dimensi yang memiliki jenjang untuk menanamkan nilai dari pilar - pilar kebangsaan mulai dari sekolah dasar, sekolah menengah hingga perguruan tinggi.

"Tidak ada sistem yang lebih mampu  menanamkan nilai - nilai kebangsaan selain sistem pendidikan, karena tidak ada sistem lain yang memiliki jenjang dan fungsi edukasi secara komprehensif seperti pendidikan," ungkapnya.

Melihat peran strategis pendidikan ini SAH sangat mendorong adanya regulasi yang memasukan empat pilar kebangsaan dalam kurikulum pengajaran di tiap jenjang pendidikan secara formal.

"Saya pikir perlu memasukan empat pilar ini dalam satu sistem kurikulum pendidikan secara lebih jelas, karena disinilah sebenarnya empat pilar bisa kita masukan ke dalam generasi bangsa, agar menjadi doktrin Indonesia sebagai suatu bangsa dan negara," tandasnya.(ACI02)

Actualinside.com. Jambi -   pilar kebangsaan saat ini merupakan pondasi yang membentengi keberadaan (eksistensi) Indonesia sebagai suatu negara. Sehingga nilai - nilai yang terkandung di dalamnya harus senantiasa terjaga, dipelihara serta dipertahankan dengan suatu sistem pendidikan nasional yang adaptif dalam memperkokoh jati diri kebangsaan dalam sanubari setiap generasi.

"Empat pilar kebangsaan yang terdiri dari Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika akan kokoh sebagai benteng keberadaan Indonesia jika diikuti dengan majunya pendidikan."

Pernyataan ini disampaikan Anggota MPR RI Sutan Adil Hendra (SAH) dalam rangkaian kunjungan sosialisasi empat pilar kebangsaan yang ia lakukan tanggal 23 - 25 Maret 2019 ini. Menurut pria yang akrab disapa SAH tersebut tanpa didukung kemajuan dunia pendidikan upaya sosialisasi empat pilar menjadi suatu usaha yang sia - sia, hal ini dikarenakan empat pilar merupakan nilai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara yang harus ditanamkan secara berjenjang dari segala usia dan generasi.

Sehingga dunia pendidikan satu - satunya dimensi yang memiliki jenjang untuk menanamkan nilai dari pilar - pilar kebangsaan mulai dari sekolah dasar, sekolah menengah hingga perguruan tinggi.

"Tidak ada sistem yang lebih mampu  menanamkan nilai - nilai kebangsaan selain sistem pendidikan, karena tidak ada sistem lain yang memiliki jenjang dan fungsi edukasi secara komprehensif seperti pendidikan," ungkapnya.

Melihat peran strategis pendidikan ini SAH sangat mendorong adanya regulasi yang memasukan empat pilar kebangsaan dalam kurikulum pengajaran di tiap jenjang pendidikan secara formal.

"Saya pikir perlu memasukan empat pilar ini dalam satu sistem kurikulum pendidikan secara lebih jelas, karena disinilah sebenarnya empat pilar bisa kita masukan ke dalam generasi bangsa, agar menjadi doktrin Indonesia sebagai suatu bangsa dan negara," tandasnya.(ACI02)
Foto : Kondisi Persawahan Saat ini, Desa Kunangan Taman Rajo Muaro Jambi

Actualinside.com.MUARO JAMBI - Gabpoktan Bina Tani Kunangan Kecamatan Taman Rajo Kabupaten Muaro Jambi hanya bisa tanam padi satu kali dalam setahun,karena lokasi terkendala genangan  air  dan kekeringan.

Ketua Gapoktan Bina Tani Uun Suheli bersama beberapa anggota kelompoknya kepada Actualinside.com Jum,at 22/03/2019 mengatakan bahwa,sampai saat ini yang menjadi kendala besar bagi kami dalam melakukan garapan terhadap lahan adalah karena jika musim hujan lahan kami tergenang air yang cukup lama,air yang menggenangi ini akan surut secara alami.Hal ini di karenakan pada lahan tersebut tidak adanya jaringan irigasi,jadi untuk tanam padi harus menunggu air surut secara alami.

Sedangkan jika di saat musim kemarau,maka kami kesulitan mendapatkan air untuk mengairi sawah.
Kendala inilah yang membuat kami hanya bisa bercocok tanam padi hanya sekali dalam setahun.

Kami sangat berharap kepada pemerintah agar lahan persawahan tersebut dibuatkaan sistem pengaturan air yang baik agar para petani bisa bercocok tanam bisa dua atau tiga kali dalam setahun.

Pengaturan air yang saya maksud adalah membuat kanalisasi dan pintu air.Sampai saat ini belum ada perhatian Pemerintah untuk membangun pintu air dan kanal, padahal produksi padi dan beras kami sudah mampu masuk ke pasaran dalam Provinsi Jambi,ungkap Uun Suheli.(Aci02)
Foto : Kondisi Persawahan Saat ini, Desa Kunangan Taman Rajo Muaro Jambi

Actualinside.com.MUARO JAMBI - Gabpoktan Bina Tani Kunangan Kecamatan Taman Rajo Kabupaten Muaro Jambi hanya bisa tanam padi satu kali dalam setahun,karena lokasi terkendala genangan  air  dan kekeringan.

Ketua Gapoktan Bina Tani Uun Suheli bersama beberapa anggota kelompoknya kepada Actualinside.com Jum,at 22/03/2019 mengatakan bahwa,sampai saat ini yang menjadi kendala besar bagi kami dalam melakukan garapan terhadap lahan adalah karena jika musim hujan lahan kami tergenang air yang cukup lama,air yang menggenangi ini akan surut secara alami.Hal ini di karenakan pada lahan tersebut tidak adanya jaringan irigasi,jadi untuk tanam padi harus menunggu air surut secara alami.

Sedangkan jika di saat musim kemarau,maka kami kesulitan mendapatkan air untuk mengairi sawah.
Kendala inilah yang membuat kami hanya bisa bercocok tanam padi hanya sekali dalam setahun.

Kami sangat berharap kepada pemerintah agar lahan persawahan tersebut dibuatkaan sistem pengaturan air yang baik agar para petani bisa bercocok tanam bisa dua atau tiga kali dalam setahun.

Pengaturan air yang saya maksud adalah membuat kanalisasi dan pintu air.Sampai saat ini belum ada perhatian Pemerintah untuk membangun pintu air dan kanal, padahal produksi padi dan beras kami sudah mampu masuk ke pasaran dalam Provinsi Jambi,ungkap Uun Suheli.(Aci02)

Kanal HKK

Total Pageviews

Media Partner