SIGINJAI

DAERAH

WAWANCARA

POLITIK

SPORT

ACTUAL TV


Actualoninside.com Jambi - Setelah Zumi Zola resmi Ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada senin malam (6/4) yang lalu, dalam kasus dugaan menerima gratifikasi senilai 6 miliar rupiah.

Kini penyidik KPK mulai memanggil satu persatu pihak pengusaha dan swasta yang ada di Jambi sebagai saksi Zumi Zola.

Terlihat dari jadwal pemeriksaan KPK, Ada enam orang lagi sebagai saksi zola pada hari jumat ini (13/4/2018), Tiga diantaranya pengusaha dan Tiga orang lainnya dari swasta. Para pengusaha tersebut terdiri dari Suarto(PT. Nai Adhipati Anomali), Furqon(PT. Sarang Teknik Canggih), Widiantoro(PT. Bintang Mega Raksa).

Adapun tiga orang pihak swasta lainnya yang dimintai keterangan oleh penyidik hari ini yakni, Karyadi, Cecep Suryana dan Endria Putra, ST (Ketua LPJDK Jambi).

Zumi Zola kini sudah mendekam di sel C1 rutan KPK. Sebelumnya Zumi Zola Ditetapkan sebagai tersangka kasus gratifikasi bersama dengan Arfan plt Kadis PUPR Jambi Non Aktif, yang kini juga sudah mendekam di Lepas kelas 2A Jambi, dan juga menjadi terdakwa pada kasus OTT pada bulan november 2017 yang oleh KPK.

Kasus Gratifikasi yang menimpa Zumi zola adalah pengembangan dari Kasus Suap RAPBD Jambi 2018, yang kini terus dikembangkan oleh penyidik KPK.(ACI04)

Actualoninside.com Jambi - Setelah Zumi Zola resmi Ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada senin malam (6/4) yang lalu, dalam kasus dugaan menerima gratifikasi senilai 6 miliar rupiah.

Kini penyidik KPK mulai memanggil satu persatu pihak pengusaha dan swasta yang ada di Jambi sebagai saksi Zumi Zola.

Terlihat dari jadwal pemeriksaan KPK, Ada enam orang lagi sebagai saksi zola pada hari jumat ini (13/4/2018), Tiga diantaranya pengusaha dan Tiga orang lainnya dari swasta. Para pengusaha tersebut terdiri dari Suarto(PT. Nai Adhipati Anomali), Furqon(PT. Sarang Teknik Canggih), Widiantoro(PT. Bintang Mega Raksa).

Adapun tiga orang pihak swasta lainnya yang dimintai keterangan oleh penyidik hari ini yakni, Karyadi, Cecep Suryana dan Endria Putra, ST (Ketua LPJDK Jambi).

Zumi Zola kini sudah mendekam di sel C1 rutan KPK. Sebelumnya Zumi Zola Ditetapkan sebagai tersangka kasus gratifikasi bersama dengan Arfan plt Kadis PUPR Jambi Non Aktif, yang kini juga sudah mendekam di Lepas kelas 2A Jambi, dan juga menjadi terdakwa pada kasus OTT pada bulan november 2017 yang oleh KPK.

Kasus Gratifikasi yang menimpa Zumi zola adalah pengembangan dari Kasus Suap RAPBD Jambi 2018, yang kini terus dikembangkan oleh penyidik KPK.(ACI04)
Foto : Tersangka Suap RABPD Jambi 2018 Saat Menjalani Persidangan di Pengadilan Tipikor

ACTUALINSIDE. COM. Jambi - Uang sejumlah Tiga Milyar Rupiah yang di temukan di rumah H.  Arfan pada 28/11/2017 yang lalu pada saat terjadi OTT oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Uang tersebut berasal dari tiga Kontraktor yang di kumpulkan oleh H. Arfan.

Dalam berita acara pemerikasaan terhadap H. Arfan, yang di bacakan JPU pada persidangan mendegarkan keterangan saksi di pengadilan tipikor jambi pada beberapa waktu yang lalu.

Tidak banyak yang di koreksi oleh H. Arfan bahwa dia mengatakan uang sejumlah Tiga milyar Rupiah tersebut berasal dari tiga Rekanan dan itu merupakan sisa tagihan dari para Kontraktor untuk proyek tahun 2017.

H. Arfan di perintahkan oleh Asrul utuk menagih uang sisa Fee Proyek tahun 2017.
Lantas Arfan kumpukan uang dari tiga kontraktor yaitu Dari Endria (PT.SARANG TEKNIK CANGGIH)  Rp 1,5milyar.
Rudi Lidra Rp 1 milyar dan Erwin (Kontraktor tebo) Rp 250 jt dua kali menjadi Rp 500 jt.

Berdasarkam Berita acara Pemeriksaan terdakwa H.Arfan Mantan Plt PUPR Jambi.

Dalam fakta persidangan di pengadilan tipikor Jambi, uang sejumlah tiga milyar tersebut yang berdasarkan dari BAP H.Arfan dan Asrul saat di tanya para kuasa hukum dalam persidangan JPU mengatakan Hal tersebut di pisahkan. Karena dalam kasus yang berbeda, yaitu KPK telah menetapkan Zumi Zola Sebagai tersangka dalam kasus Gratifikasi. (ACI02)
Foto : Tersangka Suap RABPD Jambi 2018 Saat Menjalani Persidangan di Pengadilan Tipikor

ACTUALINSIDE. COM. Jambi - Uang sejumlah Tiga Milyar Rupiah yang di temukan di rumah H.  Arfan pada 28/11/2017 yang lalu pada saat terjadi OTT oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Uang tersebut berasal dari tiga Kontraktor yang di kumpulkan oleh H. Arfan.

Dalam berita acara pemerikasaan terhadap H. Arfan, yang di bacakan JPU pada persidangan mendegarkan keterangan saksi di pengadilan tipikor jambi pada beberapa waktu yang lalu.

Tidak banyak yang di koreksi oleh H. Arfan bahwa dia mengatakan uang sejumlah Tiga milyar Rupiah tersebut berasal dari tiga Rekanan dan itu merupakan sisa tagihan dari para Kontraktor untuk proyek tahun 2017.

H. Arfan di perintahkan oleh Asrul utuk menagih uang sisa Fee Proyek tahun 2017.
Lantas Arfan kumpukan uang dari tiga kontraktor yaitu Dari Endria (PT.SARANG TEKNIK CANGGIH)  Rp 1,5milyar.
Rudi Lidra Rp 1 milyar dan Erwin (Kontraktor tebo) Rp 250 jt dua kali menjadi Rp 500 jt.

Berdasarkam Berita acara Pemeriksaan terdakwa H.Arfan Mantan Plt PUPR Jambi.

Dalam fakta persidangan di pengadilan tipikor Jambi, uang sejumlah tiga milyar tersebut yang berdasarkan dari BAP H.Arfan dan Asrul saat di tanya para kuasa hukum dalam persidangan JPU mengatakan Hal tersebut di pisahkan. Karena dalam kasus yang berbeda, yaitu KPK telah menetapkan Zumi Zola Sebagai tersangka dalam kasus Gratifikasi. (ACI02)

Actualinside.com. JAKARTA - Penahanan Gubernur Jambi Zumi Zola Zulkifli oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (9/4/2018). mendapat dukungan dari berbagai pihak, salahsatunya Indonesia Corruption Watch Atau yang biasa di sebut ICW.

Menurut Koordinator Divisi Investigasi ICW, Febri Hendri, penahanan Zumi Zola adalah bagian dari proses hukum kasus suap Dinas PUPR Pemprov Jambi.

"Penahanan dan pengusutan kasus ini penting untuk mengungkap aliran dana suap yang mengalir kepada DPRD Jambi terkait pengesahan RAPBD 2018," ujar Febri Senin (9/4/2018).

ICW juga berharap KPK tidak berhenti di Zumi Zola dalam pengusutan kasus dugaan suap pengesahan RAPBD Provinsi Jambi Tahun Anggaran 2018 dan dugaan suap lainnya dilingkungan Dinas PUPR.

"Kami berharap mengusut tuntas kasus ini, tidak hanya pada Zumi Zola tapi juga pada pemberi dana. Kami meminta KPK untuk memantau seluruh persidangan agar kasus ini tuntas," tegasnya.

KPK menahan Gubernur Jambi Zumi Zola yang menjadi tersangka oleh penyidik KPK terkait kasus dugaan suap dan gratifikasi atas proyek-proyek di Pemprov Jambi.

Zumi Zola ditahan setelah diperiksa sekitar delapan jam oleh penyidik.

Masuk gedung KPK pada pukul 10.00 WIB dan keluar sekitar pukul 18.45 WIB.

"Tersangka ZZ ditahan untuk 20 hari pertama di Rutan C1 KPK," ujar Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah, saat dikonfirmasi, Senin (9/4/2018).

Seperti diketahui, Zumi Zola bersama Plt Kadis PUPR Jambi Arfan ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus suap dan gratifikasi atas proyek-proyek di Pemprov Jambi.

Atas perbuatannya, Zumi dan Arfan disangkakan pasal 12 huruf B Undang-undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Dalam kasus ini, KPK lebih dulu menetapkan empat orang tersangka dalam kasus suap pengesahan APBD Provinsi Jambi.

Keempat tersangka itu yakni anggota DPRD Provinsi Jambi Supriyono, Plt Sekda Jambi, Erwan Malik, Plt Kadis PUPR Jambi Arfan, dan Asisten Daerah III Syaifuddin.(ACI02/Tribunnews)


Actualinside.com. JAKARTA - Penahanan Gubernur Jambi Zumi Zola Zulkifli oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (9/4/2018). mendapat dukungan dari berbagai pihak, salahsatunya Indonesia Corruption Watch Atau yang biasa di sebut ICW.

Menurut Koordinator Divisi Investigasi ICW, Febri Hendri, penahanan Zumi Zola adalah bagian dari proses hukum kasus suap Dinas PUPR Pemprov Jambi.

"Penahanan dan pengusutan kasus ini penting untuk mengungkap aliran dana suap yang mengalir kepada DPRD Jambi terkait pengesahan RAPBD 2018," ujar Febri Senin (9/4/2018).

ICW juga berharap KPK tidak berhenti di Zumi Zola dalam pengusutan kasus dugaan suap pengesahan RAPBD Provinsi Jambi Tahun Anggaran 2018 dan dugaan suap lainnya dilingkungan Dinas PUPR.

"Kami berharap mengusut tuntas kasus ini, tidak hanya pada Zumi Zola tapi juga pada pemberi dana. Kami meminta KPK untuk memantau seluruh persidangan agar kasus ini tuntas," tegasnya.

KPK menahan Gubernur Jambi Zumi Zola yang menjadi tersangka oleh penyidik KPK terkait kasus dugaan suap dan gratifikasi atas proyek-proyek di Pemprov Jambi.

Zumi Zola ditahan setelah diperiksa sekitar delapan jam oleh penyidik.

Masuk gedung KPK pada pukul 10.00 WIB dan keluar sekitar pukul 18.45 WIB.

"Tersangka ZZ ditahan untuk 20 hari pertama di Rutan C1 KPK," ujar Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah, saat dikonfirmasi, Senin (9/4/2018).

Seperti diketahui, Zumi Zola bersama Plt Kadis PUPR Jambi Arfan ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus suap dan gratifikasi atas proyek-proyek di Pemprov Jambi.

Atas perbuatannya, Zumi dan Arfan disangkakan pasal 12 huruf B Undang-undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Dalam kasus ini, KPK lebih dulu menetapkan empat orang tersangka dalam kasus suap pengesahan APBD Provinsi Jambi.

Keempat tersangka itu yakni anggota DPRD Provinsi Jambi Supriyono, Plt Sekda Jambi, Erwan Malik, Plt Kadis PUPR Jambi Arfan, dan Asisten Daerah III Syaifuddin.(ACI02/Tribunnews)

Foto : Zumi zola saat keluar dari gedung KPK

Jakarta, Actualinside.com - Partai Amanat Nasional (PAN) memecat kadernya, Zumi Zola yang telah resmi ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Gubernur Jambi itu ditahan setelah menjalani pemeriksaan sebagai tersangka korupsi kasus dugaan suap pengesahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) kemarin.

"Otomatis (dipecat), itu sudah jauh-jauh hari, sudah lama," kata Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (10/4).

Zulkifli mengklaim Zumi telah dipecat keanggotaannya sebagai kader PAN terhitung sejak resmi menyandang status tersangka pada awal bulan lalu.

PAN kata Zulkifli, juga tidak memberikan pendampingan hukum kepada Zumi karena mantan aktor film dan sinetron itu telah memiliki pengacara sendiri.

Zulkifli pun meminta kepada seluruh kader PAN agar menjauhi praktik korupsi dan selalu taat kepada hukum yang berlaku.

"Ini pelajaran penting dan jangan sampai terulang lagi kader-kader PAN lainnya," kata Zulkifli.

Zumi Zola ditahan KPK kemarin usai diperiksa KPK sejak pagi pukul 09.40 WIB.

"Ditahan 20 hari pertama di Rutan Cabang KPK di Kav C-1," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah.

Zumi diduga terlibat dalam kasus dugaan suap pengesahan rancangan APBD Jambi 2018. Akibat perbuatannya Zumi dijerat pasal 12B Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Untuk mengisi kekosongan posisinya, Kementerian Dalam Negeri telah membuat surat penunjukan Wakil Gubernur Jambi Fachrori Umar menjadi pelaksana tugas (plt) Gubernur Jambi menggantikan Zumi. (ACI06/CNN)
Foto : Zumi zola saat keluar dari gedung KPK

Jakarta, Actualinside.com - Partai Amanat Nasional (PAN) memecat kadernya, Zumi Zola yang telah resmi ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Gubernur Jambi itu ditahan setelah menjalani pemeriksaan sebagai tersangka korupsi kasus dugaan suap pengesahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) kemarin.

"Otomatis (dipecat), itu sudah jauh-jauh hari, sudah lama," kata Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (10/4).

Zulkifli mengklaim Zumi telah dipecat keanggotaannya sebagai kader PAN terhitung sejak resmi menyandang status tersangka pada awal bulan lalu.

PAN kata Zulkifli, juga tidak memberikan pendampingan hukum kepada Zumi karena mantan aktor film dan sinetron itu telah memiliki pengacara sendiri.

Zulkifli pun meminta kepada seluruh kader PAN agar menjauhi praktik korupsi dan selalu taat kepada hukum yang berlaku.

"Ini pelajaran penting dan jangan sampai terulang lagi kader-kader PAN lainnya," kata Zulkifli.

Zumi Zola ditahan KPK kemarin usai diperiksa KPK sejak pagi pukul 09.40 WIB.

"Ditahan 20 hari pertama di Rutan Cabang KPK di Kav C-1," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah.

Zumi diduga terlibat dalam kasus dugaan suap pengesahan rancangan APBD Jambi 2018. Akibat perbuatannya Zumi dijerat pasal 12B Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Untuk mengisi kekosongan posisinya, Kementerian Dalam Negeri telah membuat surat penunjukan Wakil Gubernur Jambi Fachrori Umar menjadi pelaksana tugas (plt) Gubernur Jambi menggantikan Zumi. (ACI06/CNN)

ACTUALINSIDE. COM Jakarta - Di periksa. 10am, akhirnya Sang Gubernur  Aktif Provinsi Jambi, resmi di tahan oleh KPK,dalam kasus Grtifikasi, yang sekaligus pengembangan dari kasus,, suap uang ketok palu,, RAPBD  Jambi 2018.

Memakai baju rompi orange sang Gubernur Jambi aktif Zumi Zola Zulkifli, pada senin 9/4 malam,langsung di giring kedalam mobil tahanan KPK,  menuju lokasi lembaga Pemasarakatan  yang sudah di siapkan oleh tim KPK.

Baru setengah periode menjabat sebagai Gubernur Jambi, ZZ yang sebelumnya dia juga seorang Artis ini harus mempertanggung jawabkan perbuatannya secara hukum atas kasus yang menimpanya.

Akmal Khatab Kordinator Barisan Rakyat Anti Korupsi Jambi, kepada media ini mengatakan
bahwa, saya merasa bangga kepada Gubernur Zumi Zola adalah seorang patriot.

Zumi Zola siap dengan segala sesuatu yang terjadi, apapun yang menimpanya.Proses hukum yang di hadapinya bagaikan sebuah sinetron yang berakhir penuh duka.

Semoga KPK juga segera melakukan proses penetapan,maupun penahanan terhadap pelaku yang lainnya, yang di duga masih banyak.

Pakta persidangan atas keterangan beberapa saksi telah terang benderang di persidangam pengadilan tipikor Jambi bahwa sangat banyak pihak yang terlibat, Intinya Zumi Zola tidak sendirian dalam kasus ini. Pungkas Akmal Khatab.

(aci - 02)

ACTUALINSIDE. COM Jakarta - Di periksa. 10am, akhirnya Sang Gubernur  Aktif Provinsi Jambi, resmi di tahan oleh KPK,dalam kasus Grtifikasi, yang sekaligus pengembangan dari kasus,, suap uang ketok palu,, RAPBD  Jambi 2018.

Memakai baju rompi orange sang Gubernur Jambi aktif Zumi Zola Zulkifli, pada senin 9/4 malam,langsung di giring kedalam mobil tahanan KPK,  menuju lokasi lembaga Pemasarakatan  yang sudah di siapkan oleh tim KPK.

Baru setengah periode menjabat sebagai Gubernur Jambi, ZZ yang sebelumnya dia juga seorang Artis ini harus mempertanggung jawabkan perbuatannya secara hukum atas kasus yang menimpanya.

Akmal Khatab Kordinator Barisan Rakyat Anti Korupsi Jambi, kepada media ini mengatakan
bahwa, saya merasa bangga kepada Gubernur Zumi Zola adalah seorang patriot.

Zumi Zola siap dengan segala sesuatu yang terjadi, apapun yang menimpanya.Proses hukum yang di hadapinya bagaikan sebuah sinetron yang berakhir penuh duka.

Semoga KPK juga segera melakukan proses penetapan,maupun penahanan terhadap pelaku yang lainnya, yang di duga masih banyak.

Pakta persidangan atas keterangan beberapa saksi telah terang benderang di persidangam pengadilan tipikor Jambi bahwa sangat banyak pihak yang terlibat, Intinya Zumi Zola tidak sendirian dalam kasus ini. Pungkas Akmal Khatab.

(aci - 02)

ACTUAL INSIDE. COM Jakarta - Selaku Tersangka Kasus suap dan Gratifikasi yang mendera Zumi Zola Zulkifli, pada saat ini sedang di lakukan pemeriksaan oleh KPK.

Sudah memasuki delapan jam di periksa Zumi Zola, Gubernur jambi belum juga keluar dari gedung Komisi Pemberantasan Korupsi KPK.

Barusan dapat kabar bahwa Ajudan Zumi Zola sudah di panggil oleh tim KPK untuk masuk kedalam gedung.

Kemas Hendra Kordinator Barisan Rakyat Anti Korupsi Jambi mengatakan media ini
Barusan ajudan Zz di panggil tim KPK untuk masuk kedalam gedung KPK, kuat dugaan kami bahwa Zumi Zola Gubernur jambi yang juga mantan Artis akan segera di tahan. (ACI02)

ACTUAL INSIDE. COM Jakarta - Selaku Tersangka Kasus suap dan Gratifikasi yang mendera Zumi Zola Zulkifli, pada saat ini sedang di lakukan pemeriksaan oleh KPK.

Sudah memasuki delapan jam di periksa Zumi Zola, Gubernur jambi belum juga keluar dari gedung Komisi Pemberantasan Korupsi KPK.

Barusan dapat kabar bahwa Ajudan Zumi Zola sudah di panggil oleh tim KPK untuk masuk kedalam gedung.

Kemas Hendra Kordinator Barisan Rakyat Anti Korupsi Jambi mengatakan media ini
Barusan ajudan Zz di panggil tim KPK untuk masuk kedalam gedung KPK, kuat dugaan kami bahwa Zumi Zola Gubernur jambi yang juga mantan Artis akan segera di tahan. (ACI02)
Foto : Jamhuri

Actualinside.com. jakarta - Gubernur Jambi Zumi Zola Tersangka kasus tindak pidana korupsi menerima gratifikasi berbagai proyek di provinsi Jambi hari ini, (09/4/) kembali memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan korupsi (KPK).

Sebelumnya pada senin kemarin (06/4) Zumi Zola tidak memenuhi panggilan KPK dengan dalil surat pemanggilan tidak sampai ke tangan putra zulkifli Nurdin ini.

Jamhuri salah Seorang Aktivis Pergerakan Anti Korupsi Menegaskan kepada KPK jangan lagi menunda-nunda penahana Zumi Zola.

Kita Minta KPK segera lakukan  penahanan, dari Pengamatan kita selama ini semua bukti sudah cukup, kita tidak mau KPK dinilai tidak Profesional menangani Kasus Gratifikasi Zumi Zola, Seharusnya juga setelah dijadikan Tersangka idealnya dia mundur sehingga tidak mengganggu roda pemerintahan di Jambi. Kita juga kuatir melemahnya dukungan dari masyarakat kepada KPK, Ujar Jamhuri Kepada Jurnalis actualinside.com ketika ditemui di depan gedung merah putih Jakarta Selatan.

Tokoh Pergerakan Jambi Ini Juga Menegaskan, Akan mengutuk segala bentuk upaya pelemahan terhadap KPK dan penegakan hukum tindak pidana korupsi Jika KPK tidak segera Menahan Zumi Zola. (ACI04)
Foto : Jamhuri

Actualinside.com. jakarta - Gubernur Jambi Zumi Zola Tersangka kasus tindak pidana korupsi menerima gratifikasi berbagai proyek di provinsi Jambi hari ini, (09/4/) kembali memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan korupsi (KPK).

Sebelumnya pada senin kemarin (06/4) Zumi Zola tidak memenuhi panggilan KPK dengan dalil surat pemanggilan tidak sampai ke tangan putra zulkifli Nurdin ini.

Jamhuri salah Seorang Aktivis Pergerakan Anti Korupsi Menegaskan kepada KPK jangan lagi menunda-nunda penahana Zumi Zola.

Kita Minta KPK segera lakukan  penahanan, dari Pengamatan kita selama ini semua bukti sudah cukup, kita tidak mau KPK dinilai tidak Profesional menangani Kasus Gratifikasi Zumi Zola, Seharusnya juga setelah dijadikan Tersangka idealnya dia mundur sehingga tidak mengganggu roda pemerintahan di Jambi. Kita juga kuatir melemahnya dukungan dari masyarakat kepada KPK, Ujar Jamhuri Kepada Jurnalis actualinside.com ketika ditemui di depan gedung merah putih Jakarta Selatan.

Tokoh Pergerakan Jambi Ini Juga Menegaskan, Akan mengutuk segala bentuk upaya pelemahan terhadap KPK dan penegakan hukum tindak pidana korupsi Jika KPK tidak segera Menahan Zumi Zola. (ACI04)
Foto : Gubernur Jambi Zumi Zola Saat Menjadi Saksi Di Pengadilan Tipikor Jambi

JAKARTA, Actualinside.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini memeriksa Gubernur Jambi Zumi Zola yang akan diperiksa sebagai tersangka oleh penyidik KPK.

"Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai tersangka," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi.

Sebelumnya, Zumi diperiksa pada 4 April 2018. Namun,Zumi zola tidak dapat hadir dikarenakan baru mengetahui ada panggilan pemeriksaan KPK dari media massa. Padahal, menurut KPK, surat panggilan sudah dikirim ke rumah dinas per tanggal 26 maret 2018, dan sudah diterima di sana

Zumi Zola sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka bersama Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Jambi Arfan, terkait kasus dugaan suap senilai Rp 6 miliar.

suap yang diterima Zumi Zola dan Arfan yang diduga digunakan untuk menyuap anggota DPRD Jambi agar hadir dalam rapat pengesahan Rancangan APBD Jambi 2018. (ACI04)
Foto : Gubernur Jambi Zumi Zola Saat Menjadi Saksi Di Pengadilan Tipikor Jambi

JAKARTA, Actualinside.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini memeriksa Gubernur Jambi Zumi Zola yang akan diperiksa sebagai tersangka oleh penyidik KPK.

"Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai tersangka," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi.

Sebelumnya, Zumi diperiksa pada 4 April 2018. Namun,Zumi zola tidak dapat hadir dikarenakan baru mengetahui ada panggilan pemeriksaan KPK dari media massa. Padahal, menurut KPK, surat panggilan sudah dikirim ke rumah dinas per tanggal 26 maret 2018, dan sudah diterima di sana

Zumi Zola sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka bersama Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Jambi Arfan, terkait kasus dugaan suap senilai Rp 6 miliar.

suap yang diterima Zumi Zola dan Arfan yang diduga digunakan untuk menyuap anggota DPRD Jambi agar hadir dalam rapat pengesahan Rancangan APBD Jambi 2018. (ACI04)
Foto : Kemas Hendra / Koordinator BRAKJ

ACTUALINSIDE. COM Jakarta - Tindak lanjut dari Dugaan Kasus Korupsi GratifikasiI dari Pengembangan dari Kasus Suap Ketok Palu RAPBD 2018 Prov Jambi.

Pada hari ini Jum'at , (6 April 2018)
Sesuai dengan yang ada di agenda/Jadwal pemeriksaan KPK informasi yang kami dapat dari kontributor media ini bahwa yang menjalani pemeriksaan  hari ini di antaranya adalah

Agus Rubianto (Ketua DPRD Kab. Tebo) ,Khalis Mustiko  (Wiraswasta)dan
Ahmad Mustafaf (Swasta) sebagai Saksi dari Tersangka Zumi Zola (ZZ)

Kordinator Barisan Rakyat Anti Korupsi Jambi (BRAKJ)  Kemas Hendra mengatakan, "kita bersyukur Kasus Gratifikasi Tersangka zumi Zola(ZZ )sudah mulai menjadi prioritas.

Dan kita berharap KPK segera melakukan Penahanan terhadap Tersangka ZZ yang kemarin tidak Kooperatif menghadiri pemeriksaan penyidik KPK" ungkap Kemas Hendra.(ACI02)
Foto : Kemas Hendra / Koordinator BRAKJ

ACTUALINSIDE. COM Jakarta - Tindak lanjut dari Dugaan Kasus Korupsi GratifikasiI dari Pengembangan dari Kasus Suap Ketok Palu RAPBD 2018 Prov Jambi.

Pada hari ini Jum'at , (6 April 2018)
Sesuai dengan yang ada di agenda/Jadwal pemeriksaan KPK informasi yang kami dapat dari kontributor media ini bahwa yang menjalani pemeriksaan  hari ini di antaranya adalah

Agus Rubianto (Ketua DPRD Kab. Tebo) ,Khalis Mustiko  (Wiraswasta)dan
Ahmad Mustafaf (Swasta) sebagai Saksi dari Tersangka Zumi Zola (ZZ)

Kordinator Barisan Rakyat Anti Korupsi Jambi (BRAKJ)  Kemas Hendra mengatakan, "kita bersyukur Kasus Gratifikasi Tersangka zumi Zola(ZZ )sudah mulai menjadi prioritas.

Dan kita berharap KPK segera melakukan Penahanan terhadap Tersangka ZZ yang kemarin tidak Kooperatif menghadiri pemeriksaan penyidik KPK" ungkap Kemas Hendra.(ACI02)
Foto : Agus Rubiyanto / Ketua DPRD Kab. Tebo

Actualinside.com. Jakarta - penyidik Komisi Pementasan Korupsi (KPK) hari ini Melakukan Pemeriksaan Saksi Terhadap kasus Gratifikasi atas tersangka Gubernur Jambi Zumi Zola.

Ketiga saksi tersebut yakni, Agus Rubiiyanto sebagai ketua DPRD Kabupaten Tebo periode 2014-2019 dari partai Golkar, ada juga nama Khalis Mustiko seorang wiraswasta, Kemudian Ahmad Mustafad yang juga dari pihak swasta.

Mereka Bertiga diperiksa sebagai saksi  Zumi Zola yang tersandung kasus Tindak Pidana Korupsi Menerima Gratifikasi terkait proyek-proyek di Provinsi Jambi senilai 6 Milyar.

Informasi ini kita peroleh dari jadwal pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Pada hari ini, jumat (06/4/2018).

Pada senin (02/4), KPK menjadwalkan pemeriksaan tersangka Zumi Zola Namun Zumi Zola sendiri tidak memenuhi panggilan pihak penyidik dengan alasan surat pemanggilan tidak sampai ketangan beliau, maka untuk pemeriksaan selanjutnya penyidik akan menjadwalkan ulang Pemeriksaan Gubernur Jambi Sebagai tersangka.

Zumi Zola ditetapkan KPK sebagai tersangka oleh KPK bersama dengan Arfan Pejabat Non Aktif PLT kadis PUPR provinsi Jambi.(ACI04)
Foto : Agus Rubiyanto / Ketua DPRD Kab. Tebo

Actualinside.com. Jakarta - penyidik Komisi Pementasan Korupsi (KPK) hari ini Melakukan Pemeriksaan Saksi Terhadap kasus Gratifikasi atas tersangka Gubernur Jambi Zumi Zola.

Ketiga saksi tersebut yakni, Agus Rubiiyanto sebagai ketua DPRD Kabupaten Tebo periode 2014-2019 dari partai Golkar, ada juga nama Khalis Mustiko seorang wiraswasta, Kemudian Ahmad Mustafad yang juga dari pihak swasta.

Mereka Bertiga diperiksa sebagai saksi  Zumi Zola yang tersandung kasus Tindak Pidana Korupsi Menerima Gratifikasi terkait proyek-proyek di Provinsi Jambi senilai 6 Milyar.

Informasi ini kita peroleh dari jadwal pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Pada hari ini, jumat (06/4/2018).

Pada senin (02/4), KPK menjadwalkan pemeriksaan tersangka Zumi Zola Namun Zumi Zola sendiri tidak memenuhi panggilan pihak penyidik dengan alasan surat pemanggilan tidak sampai ketangan beliau, maka untuk pemeriksaan selanjutnya penyidik akan menjadwalkan ulang Pemeriksaan Gubernur Jambi Sebagai tersangka.

Zumi Zola ditetapkan KPK sebagai tersangka oleh KPK bersama dengan Arfan Pejabat Non Aktif PLT kadis PUPR provinsi Jambi.(ACI04)
Foto : Kuasa hukum dari 3 Terdakwa kasus Suap RAPBD Provinsi Jambi

ACTUALINSIDE. COM Jambi - Setelah selesai sidang pembacaan tuntutan oleh JPU.sangat tampak jika JPU ragu dalam memberikan tuntutan, dan salah dalam menempatkan pasal.

Bahwa KPK ragu dengan tuntutannya.
Fakta persidangan membuktikan adanya pengakuan Pimpinan Dewan dan Anggota Dewan bahwa adanya Permintaan memaksa.

Dengan ancaman tidak hadir dalam acara Pengesahan RAPBD bila tidak diberikan Uang Pengesahan oleh Pemprov Jambi seperti yang diakui semua anggota dan pimpinan dewan di muka sidang dalam kesaksian dibawah sumpah.

Inisiatif permintaan uang terbukti bukan dari Pemprov melainkan dari DPRD baik Pimpinan,Anggota DPRD dan juga Anggota Banggar.

Pasal 5 tentang Penyuapan tidak bisa diterapkan ke para Terdakwa KPK salah terapkan Pasal kepada para terdakwa,jika ini pasal yang di sangkakan, maka semi hukum ketiga terdakwa biaa bebas. Kata lifa Malahanum SH. MH.

Kata PENYUAPAN yang di sangkakan oleh JPU kepada terdakwa, tidak terbukti sama sekali. Hal tersebut sudah sangat jelas dalam pakta persidangan bahwa,para terdakwa berada di bawah perintah.

Asrul dan Gubernur Zumi Zola harus jadi pihak yang palling bertanggung jawab atas kasus ini. Karena Zumi Zola sebagai Pemberi Perintah.Jadi tidak hanya tiga Terdakwa saja sebagai Pelaksana Dituntut sama 2,5 tahun tanpa pembagian peran.

Hal tersebut di buktikan dengan perkataan kpk bahwa ketiga tersangka adalah di bawah perintah Asrul serta segala sesuatu yang di lakukan ketiga tersangka semuanya harus di pertanggung jawabkan oleh Gubernur Zumi Zola." Pungkas Lifa Malahanum.

Sementara itu, JPU KPK sampai saat ini belum dapat dikonfirmasi oleh actualinside.com (ACI02)
Foto : Kuasa hukum dari 3 Terdakwa kasus Suap RAPBD Provinsi Jambi

ACTUALINSIDE. COM Jambi - Setelah selesai sidang pembacaan tuntutan oleh JPU.sangat tampak jika JPU ragu dalam memberikan tuntutan, dan salah dalam menempatkan pasal.

Bahwa KPK ragu dengan tuntutannya.
Fakta persidangan membuktikan adanya pengakuan Pimpinan Dewan dan Anggota Dewan bahwa adanya Permintaan memaksa.

Dengan ancaman tidak hadir dalam acara Pengesahan RAPBD bila tidak diberikan Uang Pengesahan oleh Pemprov Jambi seperti yang diakui semua anggota dan pimpinan dewan di muka sidang dalam kesaksian dibawah sumpah.

Inisiatif permintaan uang terbukti bukan dari Pemprov melainkan dari DPRD baik Pimpinan,Anggota DPRD dan juga Anggota Banggar.

Pasal 5 tentang Penyuapan tidak bisa diterapkan ke para Terdakwa KPK salah terapkan Pasal kepada para terdakwa,jika ini pasal yang di sangkakan, maka semi hukum ketiga terdakwa biaa bebas. Kata lifa Malahanum SH. MH.

Kata PENYUAPAN yang di sangkakan oleh JPU kepada terdakwa, tidak terbukti sama sekali. Hal tersebut sudah sangat jelas dalam pakta persidangan bahwa,para terdakwa berada di bawah perintah.

Asrul dan Gubernur Zumi Zola harus jadi pihak yang palling bertanggung jawab atas kasus ini. Karena Zumi Zola sebagai Pemberi Perintah.Jadi tidak hanya tiga Terdakwa saja sebagai Pelaksana Dituntut sama 2,5 tahun tanpa pembagian peran.

Hal tersebut di buktikan dengan perkataan kpk bahwa ketiga tersangka adalah di bawah perintah Asrul serta segala sesuatu yang di lakukan ketiga tersangka semuanya harus di pertanggung jawabkan oleh Gubernur Zumi Zola." Pungkas Lifa Malahanum.

Sementara itu, JPU KPK sampai saat ini belum dapat dikonfirmasi oleh actualinside.com (ACI02)

Actualinside.com. Jakarta - Komisi Pemberantasan korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan untuk Gubernur Jambi Zumi Zola hari ini (02/4),ini Terlihat pada jadwal pemeriksaan KPK.

Menurut Febri Diansyah Jubir KPK, Surat Pemanggilan Pemeriksaan untuk Zumi Zola dari pihak Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah dikirim  pada senin (26/3/2018) yang lalu.

Namun dari informasi yang diperoleh, ternyata sampai hari ini surat Pemanggilan tersebut belum di terima Zumi Zola.

Dari keterangan Johansyah kepala biro humas dan protokol pemprov Jambi pada awak media, kini Penasehat Hukum Zumi Zola meminta kepada KPK untuk penjadwalan ulang Pemeriksaannya besok selasa (03/4/2018).

Hari ini pak Gubernur sudah menuju jakarta, Pak Gubernur sangat koperatif atas proses hukum yang sekarang dihadapinya dan beliau siap untuk diperiksa besok."Tutur Johansyah.(ACI04)

Actualinside.com. Jakarta - Komisi Pemberantasan korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan untuk Gubernur Jambi Zumi Zola hari ini (02/4),ini Terlihat pada jadwal pemeriksaan KPK.

Menurut Febri Diansyah Jubir KPK, Surat Pemanggilan Pemeriksaan untuk Zumi Zola dari pihak Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah dikirim  pada senin (26/3/2018) yang lalu.

Namun dari informasi yang diperoleh, ternyata sampai hari ini surat Pemanggilan tersebut belum di terima Zumi Zola.

Dari keterangan Johansyah kepala biro humas dan protokol pemprov Jambi pada awak media, kini Penasehat Hukum Zumi Zola meminta kepada KPK untuk penjadwalan ulang Pemeriksaannya besok selasa (03/4/2018).

Hari ini pak Gubernur sudah menuju jakarta, Pak Gubernur sangat koperatif atas proses hukum yang sekarang dihadapinya dan beliau siap untuk diperiksa besok."Tutur Johansyah.(ACI04)

Kanal HKK

Total Pageviews

Media Partner