SIGINJAI

DAERAH

WAWANCARA

POLITIK

SPORT

ACTUAL TV


Actualinside.com. Jambi - Kegiatan Pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi terus berlanjut, mengambil tema tentang Peningkatan Kemampuan Pengelolaan Usaha Bagi Pelaku Usaha Batik Jambi melalui Pelatihan dan Pendampingan Manajemen Keuangan, 


Kegiatan pengabdian kepada masyarakat Kali ini bertempat di Batik Jambi Zhorif yang berlokasi di  Ulu Gedong Seberang Kota Jambi, dimana untuk diketahui usaha batik yang telah berdiri sejak tahun 1982 lalu dibangun oleh pengrajin bernama Atiah Muhammad. 


Pada kegiatan ini FEB UNJA melakukan Pelatihan dan praktek pengklasifikasi harga pokok produk dan pencatatannya, pencatatan persediaan dengan metode akuntansi, pencatatan terfokus pada kas transaksi usaha dan pembuatan serta analisa laporan keuangan 

"pelatihan ini bertujuan agar para pelaku usaha batik dapat mengelola keuangan dengan baik sehingga dapat meningkatkan kapasitas usaha." Ujar Ketua Tim Dr. Agus Solikhin S.E., M.M Kepada Actualinside.com Saat dikonfirmasi.

"Bukan hanya usaha batik zhorif saja yang mendapatkan pelatihan tetapi kami dalam pelatihan ini juga menggandeng pelaku usaha batik lain dalam kelurahan Ulu Gedong Kecamatan Danau Teluk Kota Jambi, antara lain Batik Sifa, Batik Nurkamalia, Batik Diana, Batik Wak, Batik Ariny, Batik Cempaka dan Batik Angso Putih." Sambungnya lagi.



Untuk Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi ini sendiri di ketuai oleh Dr. Agus Solikhin, S.E., M.M dengan anggota Drs. Jamal, M.M, H. Mohammad Ihsan, S.E, M.Si, Dr. Asep Machpuddin, S.E., M.M dan Ade Perdana Siregar, SE., MM yang merupakan dosen fakultas ekonomi dan bisnis beserta 2 orang mahasiswa Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi. (ACI06)

Actualinside.com. Jambi - Kegiatan Pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi terus berlanjut, mengambil tema tentang Peningkatan Kemampuan Pengelolaan Usaha Bagi Pelaku Usaha Batik Jambi melalui Pelatihan dan Pendampingan Manajemen Keuangan, 


Kegiatan pengabdian kepada masyarakat Kali ini bertempat di Batik Jambi Zhorif yang berlokasi di  Ulu Gedong Seberang Kota Jambi, dimana untuk diketahui usaha batik yang telah berdiri sejak tahun 1982 lalu dibangun oleh pengrajin bernama Atiah Muhammad. 


Pada kegiatan ini FEB UNJA melakukan Pelatihan dan praktek pengklasifikasi harga pokok produk dan pencatatannya, pencatatan persediaan dengan metode akuntansi, pencatatan terfokus pada kas transaksi usaha dan pembuatan serta analisa laporan keuangan 

"pelatihan ini bertujuan agar para pelaku usaha batik dapat mengelola keuangan dengan baik sehingga dapat meningkatkan kapasitas usaha." Ujar Ketua Tim Dr. Agus Solikhin S.E., M.M Kepada Actualinside.com Saat dikonfirmasi.

"Bukan hanya usaha batik zhorif saja yang mendapatkan pelatihan tetapi kami dalam pelatihan ini juga menggandeng pelaku usaha batik lain dalam kelurahan Ulu Gedong Kecamatan Danau Teluk Kota Jambi, antara lain Batik Sifa, Batik Nurkamalia, Batik Diana, Batik Wak, Batik Ariny, Batik Cempaka dan Batik Angso Putih." Sambungnya lagi.



Untuk Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi ini sendiri di ketuai oleh Dr. Agus Solikhin, S.E., M.M dengan anggota Drs. Jamal, M.M, H. Mohammad Ihsan, S.E, M.Si, Dr. Asep Machpuddin, S.E., M.M dan Ade Perdana Siregar, SE., MM yang merupakan dosen fakultas ekonomi dan bisnis beserta 2 orang mahasiswa Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi. (ACI06)

Actualinside.com. Jambi - Kuliner khas Kota Jambi memang tiada habisnya, mulai dari yang manis hingga asin, dari sayuran hingga ikan. Ya, lagi-lagi ikan. Banyak Makanan khas Jambi berbahan dasar ikan,  salah satunya adalah Sambal lingkung.


Di Kota Jambi, UMKM yang melakukan produksi sambal lingkung sebagai salah satu produk unggulan sudah mulai banyak, namun masih memiliki kesulitan dalam memasarkan baik dari segi promosi, penjualan hingga pemanfaatan teknologi yang kurang. sehingga tidak tutup kemungkinan masih jarang kita temui di pasaran.


Melihat kondisi itu, melalui Kegiatan pengabdian kepada masyarakat, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi terpanggil untuk membantu pelaku UMKM
dalam memecahkan hambatan serta mendorong terciptanya inovasi yang dihasilkan dalam produksinya khususnya sambal lingkung sehingga mampu bersaing dipasaran.


mengambil tema kegiatan "Inovasi Produk Sambal Lingkung Berbasis Teknologi sebagai Upaya Peningkatan Usaha UMKM di Kecamatan Pelayangan Kota Jambi, Tim kegiatan Pengabdian kepada masyarakat, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi  di ketuain oleh Dr. Agus Solikhin, S.E., M.M ini dengan anggota Ade Perdana Siregar, S.E,M.M, Husni Hasbullah, S.E, M.M dan Yayuk Sriayudha, S.P, M.M. bersama 3 orang mahasiswa yaitu Reno Adithya, Muhammad Rahadian dan Rian Okta Ardiansyah, langsung bergerak cepat.

Tim ini pun menggandeng UMKM kelompok Usaha Mutiara Indah Bersama dengan ketua Ibu Zumratul Aini dan Kelompok usaha Daniz dengan ketua Ibu Rahmawati. UMKM ini berlokasi di Kelurahan Tengah Kecamatan Pelayangan Kota Jambi.


"Kegiatan yang dilakukan ini bertujuan
Memaksimalkan teknologi tepat guna dengan memberikan alat pengering ikan (spinner) dan alat penggiling ikan untuk menunjang proses produksi agar lebih baik."Ujar Dr. Agus Solikhin, S.E., M.M Selaku Ketua Tim saat disambangi actualinside.com

"bukan hanya sebatas memberikan bantuan alat pengering ikan, dalam Pelatihan ini kami juga mendampingi  UMKM ini, baik itu tehnik pemasaran dengan bagaimana cara membuat kemasan dan mendesain merek produk agar lebih menarik, juga memberikan Pelatihan manajemen usaha dengan memberikan pelatihan dan pendampingan pengelolaan keuangan. sehingga ke depannya harapan kita UMKM ini bisa meningkat dan maju sehingga sambal lingkung yang dihasilkan mampu bersaing di antara makanan khas daerah kota jambi yang ada di pasaran "sambungnya lagi. (ACI06)

Actualinside.com. Jambi - Kuliner khas Kota Jambi memang tiada habisnya, mulai dari yang manis hingga asin, dari sayuran hingga ikan. Ya, lagi-lagi ikan. Banyak Makanan khas Jambi berbahan dasar ikan,  salah satunya adalah Sambal lingkung.


Di Kota Jambi, UMKM yang melakukan produksi sambal lingkung sebagai salah satu produk unggulan sudah mulai banyak, namun masih memiliki kesulitan dalam memasarkan baik dari segi promosi, penjualan hingga pemanfaatan teknologi yang kurang. sehingga tidak tutup kemungkinan masih jarang kita temui di pasaran.


Melihat kondisi itu, melalui Kegiatan pengabdian kepada masyarakat, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi terpanggil untuk membantu pelaku UMKM
dalam memecahkan hambatan serta mendorong terciptanya inovasi yang dihasilkan dalam produksinya khususnya sambal lingkung sehingga mampu bersaing dipasaran.


mengambil tema kegiatan "Inovasi Produk Sambal Lingkung Berbasis Teknologi sebagai Upaya Peningkatan Usaha UMKM di Kecamatan Pelayangan Kota Jambi, Tim kegiatan Pengabdian kepada masyarakat, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi  di ketuain oleh Dr. Agus Solikhin, S.E., M.M ini dengan anggota Ade Perdana Siregar, S.E,M.M, Husni Hasbullah, S.E, M.M dan Yayuk Sriayudha, S.P, M.M. bersama 3 orang mahasiswa yaitu Reno Adithya, Muhammad Rahadian dan Rian Okta Ardiansyah, langsung bergerak cepat.

Tim ini pun menggandeng UMKM kelompok Usaha Mutiara Indah Bersama dengan ketua Ibu Zumratul Aini dan Kelompok usaha Daniz dengan ketua Ibu Rahmawati. UMKM ini berlokasi di Kelurahan Tengah Kecamatan Pelayangan Kota Jambi.


"Kegiatan yang dilakukan ini bertujuan
Memaksimalkan teknologi tepat guna dengan memberikan alat pengering ikan (spinner) dan alat penggiling ikan untuk menunjang proses produksi agar lebih baik."Ujar Dr. Agus Solikhin, S.E., M.M Selaku Ketua Tim saat disambangi actualinside.com

"bukan hanya sebatas memberikan bantuan alat pengering ikan, dalam Pelatihan ini kami juga mendampingi  UMKM ini, baik itu tehnik pemasaran dengan bagaimana cara membuat kemasan dan mendesain merek produk agar lebih menarik, juga memberikan Pelatihan manajemen usaha dengan memberikan pelatihan dan pendampingan pengelolaan keuangan. sehingga ke depannya harapan kita UMKM ini bisa meningkat dan maju sehingga sambal lingkung yang dihasilkan mampu bersaing di antara makanan khas daerah kota jambi yang ada di pasaran "sambungnya lagi. (ACI06)


Actualinside.com. Jambi - Kota Jambi kaya akan produk kuliner khasnya, dari makanan sampai ke cemilan yang bisa dinikmati. namun sangat disayangkan produk produk tersebut terkadang hanya dijadikan konsumsi pada saat waktu tertentu saja. padahal jika di pasarkan produk kuliner itu menjadi suatu produk unggulan khas kota jambi yang bisa dijadikan oleh oleh bagi orang yang berkunjung ke jambi. 


salah satu produk kuliner khas kota jambi adalah Kue Bengen atau yang sering disebut kue tanah. kue yang biasanya kebanyakan kita hanya dijumpai pada hari raya idul fitri ataupun acara acara tertentu.
Melihat potensi kue bengen bisa dijadikan produk unggulan kuliner khas jambi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi Melalui Kegiatan Pengabdian kepada masyarakat, melakukan terobosan langsung dengan melakukan pendampingan kepada UMKM yang memproduksi kue bengen tersebut.
UMKM Kelompok Usaha Mutiara Indah Bersama yang di ketuai oleh Ibu Zumratul Aini, UMKM yang berlokasi di Kelurahan Tengah Kecamatan Pelayangan Kota Jambi ini merupakan salah satu UMKM yang mendapatkan pendampingan langsung dari Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi.
Tim Pengabdian kepada masyarakat FEB UNJA ini sendiri terdiri dari :
1. Novita Ekasari, S.E., M.M
2. Nur Hasanah, S.E., M.Sc
3. Ade Perdana Siregar, SE., MM
4. Novita Sari, SE, MM
5. Ade Titi Nifita, SE, MM
dan 2 orang mahasiswa jurusan manajemen fakultas ekonomi dan bisnis universitas jambi


Ketua Tim Pengabdian Kepada Masyarakat FEB UNJA saat dikonfirmasi actualinside.com terkait kegiatan ini menjelaskan bahwa" kegiatan ini merupakan Kegiatan tahunan dari fakultas ekonomi dan bisnis universitas jambi  dimana tujuan kegiatan pengabdian kali ini kita lakukan sesuai tema kegiatan yakni Implementasi Digital Marketing dan Inovasi Kemasan “Kue Bengen” Produk Kuliner Khas Lokal Jambi  dengan harapan nantinya membantu masyarakat khususnya UMKM ini mampu mengembangkan produknya, termasuk mengenalkan cara pemasaran melalui digital & produk punya merek agar laku d pasar sehingga produk kue bengen menjadi produk unggulan kuliner khas jambi " Ujar Novita Ekasari SE.MM


"pada kegiatan ini Tim Pengabdian Kepada Masyarakat FEB UNJA juga melakukan Pelatihan mengenai konsep dari bauran promosi, Pelatihan dan praktek membuat dan menjalankan, Pelatihan dan praktek membuat kemasan produk serta Pelatihan dan praktek membuat dan mendesain, karena sekarang kan jamannya teknologi maju, jadi kita mendorong UMKM ini mampu bersaing dalam segi pemasaran, promosi dan produk yang dihasilkan bisa menjadi salah satu kuliner yang dicari masyarakat. kalo sekarangkan kue bengen ini jarang di jual. kalaupun kita mau harus pesan dulu. jadi kita coba dampingi dahulu sebagai upaya kita dalam mendorong majunya UMKM khususnya di kota jambi" dijelaskan Wanita Yang Berprofesi sebagai Dosen UNJA ini. (AC04)


Actualinside.com. Jambi - Kota Jambi kaya akan produk kuliner khasnya, dari makanan sampai ke cemilan yang bisa dinikmati. namun sangat disayangkan produk produk tersebut terkadang hanya dijadikan konsumsi pada saat waktu tertentu saja. padahal jika di pasarkan produk kuliner itu menjadi suatu produk unggulan khas kota jambi yang bisa dijadikan oleh oleh bagi orang yang berkunjung ke jambi. 


salah satu produk kuliner khas kota jambi adalah Kue Bengen atau yang sering disebut kue tanah. kue yang biasanya kebanyakan kita hanya dijumpai pada hari raya idul fitri ataupun acara acara tertentu.
Melihat potensi kue bengen bisa dijadikan produk unggulan kuliner khas jambi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi Melalui Kegiatan Pengabdian kepada masyarakat, melakukan terobosan langsung dengan melakukan pendampingan kepada UMKM yang memproduksi kue bengen tersebut.
UMKM Kelompok Usaha Mutiara Indah Bersama yang di ketuai oleh Ibu Zumratul Aini, UMKM yang berlokasi di Kelurahan Tengah Kecamatan Pelayangan Kota Jambi ini merupakan salah satu UMKM yang mendapatkan pendampingan langsung dari Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi.
Tim Pengabdian kepada masyarakat FEB UNJA ini sendiri terdiri dari :
1. Novita Ekasari, S.E., M.M
2. Nur Hasanah, S.E., M.Sc
3. Ade Perdana Siregar, SE., MM
4. Novita Sari, SE, MM
5. Ade Titi Nifita, SE, MM
dan 2 orang mahasiswa jurusan manajemen fakultas ekonomi dan bisnis universitas jambi


Ketua Tim Pengabdian Kepada Masyarakat FEB UNJA saat dikonfirmasi actualinside.com terkait kegiatan ini menjelaskan bahwa" kegiatan ini merupakan Kegiatan tahunan dari fakultas ekonomi dan bisnis universitas jambi  dimana tujuan kegiatan pengabdian kali ini kita lakukan sesuai tema kegiatan yakni Implementasi Digital Marketing dan Inovasi Kemasan “Kue Bengen” Produk Kuliner Khas Lokal Jambi  dengan harapan nantinya membantu masyarakat khususnya UMKM ini mampu mengembangkan produknya, termasuk mengenalkan cara pemasaran melalui digital & produk punya merek agar laku d pasar sehingga produk kue bengen menjadi produk unggulan kuliner khas jambi " Ujar Novita Ekasari SE.MM


"pada kegiatan ini Tim Pengabdian Kepada Masyarakat FEB UNJA juga melakukan Pelatihan mengenai konsep dari bauran promosi, Pelatihan dan praktek membuat dan menjalankan, Pelatihan dan praktek membuat kemasan produk serta Pelatihan dan praktek membuat dan mendesain, karena sekarang kan jamannya teknologi maju, jadi kita mendorong UMKM ini mampu bersaing dalam segi pemasaran, promosi dan produk yang dihasilkan bisa menjadi salah satu kuliner yang dicari masyarakat. kalo sekarangkan kue bengen ini jarang di jual. kalaupun kita mau harus pesan dulu. jadi kita coba dampingi dahulu sebagai upaya kita dalam mendorong majunya UMKM khususnya di kota jambi" dijelaskan Wanita Yang Berprofesi sebagai Dosen UNJA ini. (AC04)

Actualinside.com. Jambi - Pendidikan merupakan bagian penting dari pembangunan sebuah bangsa. Dengan adanya pendidikan yang berkualitas akan menghasilkan generasi penerus yang mampu membangun negeri ini dengan lebih baik. Tentu saja kualitas pendidikan akan sangat dipengaruhi oleh mutu guru.

“Di negara manapun fungsi guru tetap yang terpenting. Kualitas pendidikan dipengaruhi oleh guru, fasilitas, sistem pendidikan, kurikulum, dan budaya belajar,” ungkap Pimpinan Komisi X DPR RI Sutan Adil Hendra (SAH) Jakarta, (27/5) kemarin. 

Lebih jauh SAH mengatakan bahwa budaya belajar menjadi salah satu faktor yang sangat mempengaruhi tingkat kemajuan pendidikan di sebuah wilayah. Di Indonesia sendiri dapat terlihat bahwa budaya belajar di Pulau Jawa masih lebih tinggi daripada di luar Jawa. Hal inilah sebagai salah satu hal yang menjadikan pendidikan di Jawa masih lebih maju daripada di luar Jawa.

Di negara maju seperti Swiss, lanjut SAH, pendidikan vokasi menjadi pilihan yang diambil oleh sebagian besar pelajar, sekitar 80 persen pelajar lulusan sekolah menengah memilih untuk melanjutkan pendidikannya ke politeknik. Saat ini, Indonesia juga sudah mengembangkan pendidikan vokasi dengan membuka banyak sekolah kejuruan yang mengedepankan keterampilan agar lulusannya dapat segera terjun ke dunia kerja.

“Di Asia sendiri, di negara seperti Republik Rakyat Tiongkok dan India yang memiliki SDM yang sangat banyak juga mengembangkan pendidikan vokasi untuk mencetak SDM yang siap bekerja,” ujarnya.

Oleh karena itu, SAH menekankan, negara akan maju bila pemerintah mampu memberikan pendidikan yang bermutu dan merata kepada rakyatnya. “Selalu saya katakan bahwa suatu negara akan maju bila memiliki nilai tambah. Dan nilai tambah ini adalah karena adanya pendidikan," jelasnya.

Ke depan SAH mengharapkan, perlu pembagian kewenangan dalam pengelolaan pendidikan di Indonesia yang dinilai kurang tepat. Mengingat kondisi saat ini, pemerintah provinsi cenderung hanya fokus pada pengembangan pendidikan tinggi dan sebaliknya pemerintah kota/kabupaten hanya memperhatikan pendidikan dasar dan menengah pertama, ini perlu kita untuk perbaikan bersama, tandasnya.(ACI02)

Actualinside.com. Jambi - Pendidikan merupakan bagian penting dari pembangunan sebuah bangsa. Dengan adanya pendidikan yang berkualitas akan menghasilkan generasi penerus yang mampu membangun negeri ini dengan lebih baik. Tentu saja kualitas pendidikan akan sangat dipengaruhi oleh mutu guru.

“Di negara manapun fungsi guru tetap yang terpenting. Kualitas pendidikan dipengaruhi oleh guru, fasilitas, sistem pendidikan, kurikulum, dan budaya belajar,” ungkap Pimpinan Komisi X DPR RI Sutan Adil Hendra (SAH) Jakarta, (27/5) kemarin. 

Lebih jauh SAH mengatakan bahwa budaya belajar menjadi salah satu faktor yang sangat mempengaruhi tingkat kemajuan pendidikan di sebuah wilayah. Di Indonesia sendiri dapat terlihat bahwa budaya belajar di Pulau Jawa masih lebih tinggi daripada di luar Jawa. Hal inilah sebagai salah satu hal yang menjadikan pendidikan di Jawa masih lebih maju daripada di luar Jawa.

Di negara maju seperti Swiss, lanjut SAH, pendidikan vokasi menjadi pilihan yang diambil oleh sebagian besar pelajar, sekitar 80 persen pelajar lulusan sekolah menengah memilih untuk melanjutkan pendidikannya ke politeknik. Saat ini, Indonesia juga sudah mengembangkan pendidikan vokasi dengan membuka banyak sekolah kejuruan yang mengedepankan keterampilan agar lulusannya dapat segera terjun ke dunia kerja.

“Di Asia sendiri, di negara seperti Republik Rakyat Tiongkok dan India yang memiliki SDM yang sangat banyak juga mengembangkan pendidikan vokasi untuk mencetak SDM yang siap bekerja,” ujarnya.

Oleh karena itu, SAH menekankan, negara akan maju bila pemerintah mampu memberikan pendidikan yang bermutu dan merata kepada rakyatnya. “Selalu saya katakan bahwa suatu negara akan maju bila memiliki nilai tambah. Dan nilai tambah ini adalah karena adanya pendidikan," jelasnya.

Ke depan SAH mengharapkan, perlu pembagian kewenangan dalam pengelolaan pendidikan di Indonesia yang dinilai kurang tepat. Mengingat kondisi saat ini, pemerintah provinsi cenderung hanya fokus pada pengembangan pendidikan tinggi dan sebaliknya pemerintah kota/kabupaten hanya memperhatikan pendidikan dasar dan menengah pertama, ini perlu kita untuk perbaikan bersama, tandasnya.(ACI02)

Actualinside.com. Jambi - sepanjang tahun waktu seorang Anggota DPR RI habis untuk melakukan berbagai aktivitas sebagai seorang wakil rakyat, sehingga waktu bersama keluargapun menjadi berkurang dan biasanya hal ini diikuti dengan longgarnya komunikasi antar anggota keluarga.

Ramadhan 1440 H tahun ini, menjadi momen tepat untuk mempererat kembali hubungan bersama keluarga. Pernyataan ini disampaikan Anggota DPR RI dari Provinsi Jambi Sutan Adil Hendra (SAH) yang mengaku akan menghabiskan waktu di awal Ramadhan bersama keluarga.

"Hari - hari biasa kami semuakan sibuk, saya di Jakarta tugas di Senayan, ibu juga kerja di Pemda, anak - anak juga ada yang lagi praktek dan kuliah, sehingga relatif tidak banyak waktu untuk bersama," ungkapnya. 

Sehingga bagi Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Jambi ini seluruh anggota keluarga bisa duduk bersama dalam satu meja berbincang sambil menunggu waktu berbuka puasa. Hal yang sama juga bisa dilakukan ketika waktu sahur.

Selain itu, SAH juga mengaku sudah terbiasa mengajak anak untuk melakukan ibadah shalat tarawih bersama baik secara berjamaah di rumah maupun di masjid tergantung situasi masing-masing keluarga. Dengan memanfaatkan dalam berbagai aktivitas Ramadhan, kebersamaan dalam keluarga terjalin dengan indah, inilah berkah Ramadhan, ungkapnya.(ACI02)

Actualinside.com. Jambi - sepanjang tahun waktu seorang Anggota DPR RI habis untuk melakukan berbagai aktivitas sebagai seorang wakil rakyat, sehingga waktu bersama keluargapun menjadi berkurang dan biasanya hal ini diikuti dengan longgarnya komunikasi antar anggota keluarga.

Ramadhan 1440 H tahun ini, menjadi momen tepat untuk mempererat kembali hubungan bersama keluarga. Pernyataan ini disampaikan Anggota DPR RI dari Provinsi Jambi Sutan Adil Hendra (SAH) yang mengaku akan menghabiskan waktu di awal Ramadhan bersama keluarga.

"Hari - hari biasa kami semuakan sibuk, saya di Jakarta tugas di Senayan, ibu juga kerja di Pemda, anak - anak juga ada yang lagi praktek dan kuliah, sehingga relatif tidak banyak waktu untuk bersama," ungkapnya. 

Sehingga bagi Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Jambi ini seluruh anggota keluarga bisa duduk bersama dalam satu meja berbincang sambil menunggu waktu berbuka puasa. Hal yang sama juga bisa dilakukan ketika waktu sahur.

Selain itu, SAH juga mengaku sudah terbiasa mengajak anak untuk melakukan ibadah shalat tarawih bersama baik secara berjamaah di rumah maupun di masjid tergantung situasi masing-masing keluarga. Dengan memanfaatkan dalam berbagai aktivitas Ramadhan, kebersamaan dalam keluarga terjalin dengan indah, inilah berkah Ramadhan, ungkapnya.(ACI02)

Actualinside.com. Jambi - Dalam beberapa hari lagi, umat Islam akan melaksanakan ibadah puasa. Segala persiapan guna menyambut bulan istimewa ini dilakukan agar mendapatkan ridho dari Allah SWT.

Bagi tokoh masyarakat Jambi Sutan Adil Hendra (SAH) mengajak umat Islam menyambut Ramadhan dengan sukacita. Ramadhan harus disambut dengan perasaan bergembira.

“Saya atas nama pribadi dan keluarga besar Partai Gerindra mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan 1440 H, mari kita sambut Ramadhan dengan penuh kegembiraan, karena apabila seorang Muslim nggak gembira, ini patut dipertanyakan, karena di Ramadhan ini Allah SWT memberi kebaikan yang banyak," ungkap alumni pondok pesantren purba baru Madina Tapanuli Selatan tersebut.

Sehingga SAH mengatakan, sudah selayaknya seorang Muslim berbahagia dengan kedatangan bulan yang penuh berkah, bahkan Anggota DPR dari Provinsi Jambi ini mengaku dirinya dan keluarga sengaja melakukan berbagai persiapan khusus untuk menyambut Ramadhan.

Salah satu agenda Ramadhan yang rutin dilakukan SAH bersama keluarga adalah berdoa agar amalan mereka pada bulan Ramadhan diterima oleh Allah, mengharapkan keutamaan dari bulan Ramadhan.

Beberapa keutamaan Ramadhan adalah amalan manusia pada bulan tersebut dilipatgandakan 10 kali lipat hingga 700 kali lipat. Allah SWT akan memberikan balasan tidak terhingga bagi setiap amalan pada bulan tersebut, jelas SAH.

Kendati demikian, SAH mengingatkan melaksanakan amal baik di bulan Ramadhan, dibutuhkan kesabaran yang tinggi agar mereka mampu melaksanakan amal dengan kesabaran.

"Puasa merupakan ibadah yang melatih kesabaran seseorang. Mereka akan dihadapkan oleh hawa nafsu atau menahan lapar, dahaga dan amarah, sehingga kita bisa meraih kemenangan di hari raya nanti," tandasnya.(ACI02)

Actualinside.com. Jambi - Dalam beberapa hari lagi, umat Islam akan melaksanakan ibadah puasa. Segala persiapan guna menyambut bulan istimewa ini dilakukan agar mendapatkan ridho dari Allah SWT.

Bagi tokoh masyarakat Jambi Sutan Adil Hendra (SAH) mengajak umat Islam menyambut Ramadhan dengan sukacita. Ramadhan harus disambut dengan perasaan bergembira.

“Saya atas nama pribadi dan keluarga besar Partai Gerindra mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan 1440 H, mari kita sambut Ramadhan dengan penuh kegembiraan, karena apabila seorang Muslim nggak gembira, ini patut dipertanyakan, karena di Ramadhan ini Allah SWT memberi kebaikan yang banyak," ungkap alumni pondok pesantren purba baru Madina Tapanuli Selatan tersebut.

Sehingga SAH mengatakan, sudah selayaknya seorang Muslim berbahagia dengan kedatangan bulan yang penuh berkah, bahkan Anggota DPR dari Provinsi Jambi ini mengaku dirinya dan keluarga sengaja melakukan berbagai persiapan khusus untuk menyambut Ramadhan.

Salah satu agenda Ramadhan yang rutin dilakukan SAH bersama keluarga adalah berdoa agar amalan mereka pada bulan Ramadhan diterima oleh Allah, mengharapkan keutamaan dari bulan Ramadhan.

Beberapa keutamaan Ramadhan adalah amalan manusia pada bulan tersebut dilipatgandakan 10 kali lipat hingga 700 kali lipat. Allah SWT akan memberikan balasan tidak terhingga bagi setiap amalan pada bulan tersebut, jelas SAH.

Kendati demikian, SAH mengingatkan melaksanakan amal baik di bulan Ramadhan, dibutuhkan kesabaran yang tinggi agar mereka mampu melaksanakan amal dengan kesabaran.

"Puasa merupakan ibadah yang melatih kesabaran seseorang. Mereka akan dihadapkan oleh hawa nafsu atau menahan lapar, dahaga dan amarah, sehingga kita bisa meraih kemenangan di hari raya nanti," tandasnya.(ACI02)

Actualinside.com  Jambi - Actualinsi Hari Buruh atau "May Day" tiap tanggal 1 Mei harus dijadikan pemerintah sebagai momentum untuk meningkatkan potensi dan kemampuan para buruh sehingga bisa bersaing dengan Tenaga Kerja Asing (TKA).

Pernyataan ini disampaikan Anggota Fraksi Partai Gerindra DPR RI Sutan Adil Hendra (SAH) ketika menyikapi perayaan Hari Buruh (May Day).

"Hari buruh atau May Day merupakan momentum bagi ketenagakerjaan tanah air dalam melindungi kesempatan kerja di Indonesia dari serbuan tenaga kerja asing, dengan meningkatkan potensi buruh di Indonesia agar dapat bersaing dengan Tenaga Kerja Asing," ujar SAH di Jakarta (1/5).

Dalam kesempatan hari yang dirayakan secara internasional tersebut Anggota DPR yang mewakili daerah pemilihan Jambi tersebut menyarankan agar pemerintah dapat meningkatkan keahlian buruh di tanah air dengan program pelatihan dan sertifikasi, sehingga secara langsung dapat melindungi lapangan kerja Indonesia dari efek globalisasi perburuhan di dunia.

Terkait dengan perayaan hari buruh tahun ini SAH menekankan bahwa pemerintah harus memperhatikan dan mendengarkan aspirasi kaum buruh khususnya keresahan terkait maraknya TKA yang datang ke Indonesia.

Sebagai Anggota DPR, SAH mengaku sering menerima aduan dari para buruh Indonesia di Gedung Parlemen pada pekan lalu, mereka melihat ada persoalan serius terkait masuknya TKA yang bekerja sebagai tenaga kerja kasar.

"Termasuk mereka yang menggunakan bebas visa untuk bekerja, itu masalah bukan? Kalau itu masalah maka kita persoalkan agar masalahnya dapat diselesaikan. Kecuali pemerintah membuat regulasi memperketat masuknya TKA maka masalah selesai," tandasnya.

Sehingga SAH menyesalkan kurangnya langkah pendataan TKA di Indonesia oleh pemerintah agar jelas mana yang ilegal dan legal sehingga tidak terulang lagi kasus ditemukannya TKA menjadi petani cabai.

"Ke depan pemerintah harus memperhatikan para pekerja di dalam negeri dan jangan memberikan perlakuan khusus kepada TKA sehingga langkah pengetatan serta pendataan harus segera dilakukan," pungkasnya.(ACI02)

Actualinside.com  Jambi - Actualinsi Hari Buruh atau "May Day" tiap tanggal 1 Mei harus dijadikan pemerintah sebagai momentum untuk meningkatkan potensi dan kemampuan para buruh sehingga bisa bersaing dengan Tenaga Kerja Asing (TKA).

Pernyataan ini disampaikan Anggota Fraksi Partai Gerindra DPR RI Sutan Adil Hendra (SAH) ketika menyikapi perayaan Hari Buruh (May Day).

"Hari buruh atau May Day merupakan momentum bagi ketenagakerjaan tanah air dalam melindungi kesempatan kerja di Indonesia dari serbuan tenaga kerja asing, dengan meningkatkan potensi buruh di Indonesia agar dapat bersaing dengan Tenaga Kerja Asing," ujar SAH di Jakarta (1/5).

Dalam kesempatan hari yang dirayakan secara internasional tersebut Anggota DPR yang mewakili daerah pemilihan Jambi tersebut menyarankan agar pemerintah dapat meningkatkan keahlian buruh di tanah air dengan program pelatihan dan sertifikasi, sehingga secara langsung dapat melindungi lapangan kerja Indonesia dari efek globalisasi perburuhan di dunia.

Terkait dengan perayaan hari buruh tahun ini SAH menekankan bahwa pemerintah harus memperhatikan dan mendengarkan aspirasi kaum buruh khususnya keresahan terkait maraknya TKA yang datang ke Indonesia.

Sebagai Anggota DPR, SAH mengaku sering menerima aduan dari para buruh Indonesia di Gedung Parlemen pada pekan lalu, mereka melihat ada persoalan serius terkait masuknya TKA yang bekerja sebagai tenaga kerja kasar.

"Termasuk mereka yang menggunakan bebas visa untuk bekerja, itu masalah bukan? Kalau itu masalah maka kita persoalkan agar masalahnya dapat diselesaikan. Kecuali pemerintah membuat regulasi memperketat masuknya TKA maka masalah selesai," tandasnya.

Sehingga SAH menyesalkan kurangnya langkah pendataan TKA di Indonesia oleh pemerintah agar jelas mana yang ilegal dan legal sehingga tidak terulang lagi kasus ditemukannya TKA menjadi petani cabai.

"Ke depan pemerintah harus memperhatikan para pekerja di dalam negeri dan jangan memberikan perlakuan khusus kepada TKA sehingga langkah pengetatan serta pendataan harus segera dilakukan," pungkasnya.(ACI02)

Actualinside.com. Jakarta - Komisi X DPR RI yang membidangi pendidikan meminta Kemendikbud melakukan evaluasi atas Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 2019.

"Kita minta pemerintah bisa melakukan evaluasi UNBK tahun ini, khususnya yang terkait dengan peningkatan kemampuan guru serta perbaikan konten kurikulumnya untuk bisa dibenahi," ujar SAH ketika melakukan diskusi evaluasi ujian nasional (29/4) kemarin di Jakarta. 

Menurutnya dari pengamatan komisi pendidikan DPR RI banyak yang ditemukan dari evaluasi UNBK tahun ini adalah kelemahan pada konten, pembelajaran, metodologi, tenaga pendidik, kesiapan siswa, sarana dan prasarana, jelas unsur Pimpinan Komisi X dari Fraksi Partai Gerindra tersebut. 

Salah satu yang menjadi sorotan para siswa dalam pelaksanaan UNBK adalah implementasi soal-soal dengan tingkat kesulitan tinggi atau HOTS (High Order Thinking Skill), yang dikategorikan sulit. 

SAH mengatakan bahwa kesulitan dalam soal karena sudah menggunakan standar internasional, sehingga butuh waktu yang panjang untuk mengenalkan HOTS ke seluruh guru dan pelajar di Indonesia. Jika tidak dikenalkan sejak sekarang, nilai Indonesia untuk meraih standar Program for International Student Assessment (PISA) takkan pernah bertambah, jelasnya.

Pada April 2019 kemarin sebanyak 28 juta pelajar mengikuti proses ujian akhir menggunakan komputer. Dari jumlah itu, baru sekitar 49 persen yang melaksanakannya, sementara 34,6 persen sekolah masih menggunakan ujian berbasis kertas. Pelaksanaan UNBK diwarnai dengan sejumlah kendala, termasuk kasus server down di situs UNBK yang menyebabkan keterlambatan akses kepada peserta UNBK, sehingga ini menjadi catatan perbaikan ke depannya.(ACI02)

Actualinside.com. Jakarta - Komisi X DPR RI yang membidangi pendidikan meminta Kemendikbud melakukan evaluasi atas Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 2019.

"Kita minta pemerintah bisa melakukan evaluasi UNBK tahun ini, khususnya yang terkait dengan peningkatan kemampuan guru serta perbaikan konten kurikulumnya untuk bisa dibenahi," ujar SAH ketika melakukan diskusi evaluasi ujian nasional (29/4) kemarin di Jakarta. 

Menurutnya dari pengamatan komisi pendidikan DPR RI banyak yang ditemukan dari evaluasi UNBK tahun ini adalah kelemahan pada konten, pembelajaran, metodologi, tenaga pendidik, kesiapan siswa, sarana dan prasarana, jelas unsur Pimpinan Komisi X dari Fraksi Partai Gerindra tersebut. 

Salah satu yang menjadi sorotan para siswa dalam pelaksanaan UNBK adalah implementasi soal-soal dengan tingkat kesulitan tinggi atau HOTS (High Order Thinking Skill), yang dikategorikan sulit. 

SAH mengatakan bahwa kesulitan dalam soal karena sudah menggunakan standar internasional, sehingga butuh waktu yang panjang untuk mengenalkan HOTS ke seluruh guru dan pelajar di Indonesia. Jika tidak dikenalkan sejak sekarang, nilai Indonesia untuk meraih standar Program for International Student Assessment (PISA) takkan pernah bertambah, jelasnya.

Pada April 2019 kemarin sebanyak 28 juta pelajar mengikuti proses ujian akhir menggunakan komputer. Dari jumlah itu, baru sekitar 49 persen yang melaksanakannya, sementara 34,6 persen sekolah masih menggunakan ujian berbasis kertas. Pelaksanaan UNBK diwarnai dengan sejumlah kendala, termasuk kasus server down di situs UNBK yang menyebabkan keterlambatan akses kepada peserta UNBK, sehingga ini menjadi catatan perbaikan ke depannya.(ACI02)

Kanal HKK

Total Pageviews

Media Partner