SIGINJAI

DAERAH

WAWANCARA

POLITIK

SPORT

ACTUAL TV

You are here

Ada Embung Rp 9,8 Miliar Di Kebun Sawit, Buat Apa?


Actualinside.com - Pernahkah Anda melihat embung di dalam kebun sawit? Tengoklah proyek pembuatan embung yang satu ini. Letaknya di Desa Sungai Sahut, Kabupaten Tabir Selatan, Merangin. Nilainya fantastis: Rp 9,8 miliar bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2017. Proyek ini persisnya dikerjakan di bawah naungan Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) VI, Dirjen Sumber Daya Air, Kementrian PU/PERA.

Pantauan actualinside.com di lapangan di sekitar embung itu tak ada sejengkal pun sawah. Embung itu justru berada di tengah kebun kelapa sawit. Di sana juga tak terlihat alur anak sungai.

Proyek embung itu memang jadi pertanyaan warga, buat apa dibangun di sana. Apalagi warga belum mendapat ganti rugi, mengingat embung itu melenyapkan kebun sawit seluas 4 hektar milik masyarakat. "Kami belum mendapat ganti rugi apapun. Lagipula manfaat embung itu juga tak ada sama sekali," kata Kepala Desa Sungai Sahut, Husaini.

Di wikipedia ditulis bahwa embung atau cekungan penampung (retention basin) adalah cekungan yang digunakan untuk mengatur dan menampung suplai aliran air hujan serta untuk meningkatkan kualitas air di badan air yang terkait (sungai, danau).

Embung digunakan untuk menjaga kualitas air tanah, mencegah banjir, estetika hingga pengairan. Embung menampung air hujan di musim hujan dan lalu digunakan petani untuk mengairi lahan di musim kemarau.

Kembali ke soal embung Sungai Sahut tadi, embung tersebut justru diprediksi akan menjadi penyebab banjir di daerah tersebut ketika musim penghujan, sebab air buangan lewat pintu air yang dibangun di embung tersebut tak punya saluran pembuangan.

"Itulah yang kami khawatirkan. Manfaatnya tak ada sama sekali, justru mudaratnya yang banyak. Dana sebesar itu mubazir dikucurkan oleh pemerintah," ujar Husaini.

Ketika Ketua IPK Provinsi Jambi, Doni Pasaribu dimintai keterangan ia justru mempertanyakan apakah proyek tersebut sebelum dikerjakan sudah dilakukan perencanaan yang matang termasuk sosialisasi dan apa manfaatnya buat masyarakat.

"Apalagi proyek macam ini adalah proyek yang sulit diukur tingkat penyimpangannya. Pokoknya BWSS VI dan rekanan wajib mempertanggungjawabkan pekerjaan ini," ujar Doni.

Wah..wah..bagaimana ini Pak Presiden? (Red)

ActualInside

Kanal HKK

Total Pageviews

Media Partner