SIGINJAI

DAERAH

WAWANCARA

POLITIK

SPORT

ACTUAL TV


Actualinside.com.Jambi - Pimoinan Komisi X DPR RI Sutan Adil Hendra (SAH) Sabtu tanggal 23 Maret 2019 kemarin menjadi pembicara kunci (Keynote Speaker) Sosialisasi Hak Kekayaan Intelektual (HKI) bagi pelaku usaha kreatif Provinsi Jambi.

Dalam seminar yang dilaksanakan di Hotel Aston Jambi tersebut SAH yang menjabat Pimpinan Komisi X DPR RI itu mengatakan HKI menjadi sesuatu hal yang sangat penting dalam membangun brand suatu produk kreatif.

"HKI membentuk sekaligus melindungi hasil karya baik merk (brand), desain, teknologi ataupun sistem dari suatu produk kreatif, dengan paten yang nilai ekonomis suatu produk dapat ditingkatkan secara optimal," jelasnya.

Namun dalam pandangan Pimpinan Komisi yang membidangi Ekonomi Kreatif itu HKI belum begitu dipahami oleh pelaku ekonomi kreatif di tanah air termasuk Provinsi Jambi.

Akibatnya banyak produk kreatif yang sebenarnya berpotensi untuk berkembang justru jalan di tempat, bahkan ketika produknya di tiru orang lain mereka juga tak bisa berbuat apa - apa, karena memang tidak ada paten yang melindungi kekayaan intelektual mereka.

Tanpa paten atas buah pikiran atau kreasi produk yang kita miliki atau yang kita kembangkan selama ini, susah kita bersaing dan berkembang, jelas SAH di hadapan ratusan pelaku usaha kreatif di Jambi.

Acara sosialisasi ini ini menghadirkan beberapa pembicara seperti oleh Ari Juliano Gema (Deputi Fasilitasi HKI dan Regulasi Bekraf RI), Drs. Ariansyah, ME (Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jambi) dan beberapa pembicara yang berkompeten lainnya.

Peserta sendiri merasa terbantu akan program Bekraf tersebut, seperti Andri Yenny pengusaha yang menekuni usaha kuliner mengaku sangat senang akan acara ini, karena meningkatkan pengetahuan akan paten usaha dan pentingnya kekayaan intelektual produk yang mereka ciptakan.

"Selama ini kita tidak begitu paham akan kekayaan intelektual, namun hari ini wawasan kita bertambah, Bekraf memang penuh inovasi," jelasnya.(ACI02)

Actualinside.com.Jambi - Pimoinan Komisi X DPR RI Sutan Adil Hendra (SAH) Sabtu tanggal 23 Maret 2019 kemarin menjadi pembicara kunci (Keynote Speaker) Sosialisasi Hak Kekayaan Intelektual (HKI) bagi pelaku usaha kreatif Provinsi Jambi.

Dalam seminar yang dilaksanakan di Hotel Aston Jambi tersebut SAH yang menjabat Pimpinan Komisi X DPR RI itu mengatakan HKI menjadi sesuatu hal yang sangat penting dalam membangun brand suatu produk kreatif.

"HKI membentuk sekaligus melindungi hasil karya baik merk (brand), desain, teknologi ataupun sistem dari suatu produk kreatif, dengan paten yang nilai ekonomis suatu produk dapat ditingkatkan secara optimal," jelasnya.

Namun dalam pandangan Pimpinan Komisi yang membidangi Ekonomi Kreatif itu HKI belum begitu dipahami oleh pelaku ekonomi kreatif di tanah air termasuk Provinsi Jambi.

Akibatnya banyak produk kreatif yang sebenarnya berpotensi untuk berkembang justru jalan di tempat, bahkan ketika produknya di tiru orang lain mereka juga tak bisa berbuat apa - apa, karena memang tidak ada paten yang melindungi kekayaan intelektual mereka.

Tanpa paten atas buah pikiran atau kreasi produk yang kita miliki atau yang kita kembangkan selama ini, susah kita bersaing dan berkembang, jelas SAH di hadapan ratusan pelaku usaha kreatif di Jambi.

Acara sosialisasi ini ini menghadirkan beberapa pembicara seperti oleh Ari Juliano Gema (Deputi Fasilitasi HKI dan Regulasi Bekraf RI), Drs. Ariansyah, ME (Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jambi) dan beberapa pembicara yang berkompeten lainnya.

Peserta sendiri merasa terbantu akan program Bekraf tersebut, seperti Andri Yenny pengusaha yang menekuni usaha kuliner mengaku sangat senang akan acara ini, karena meningkatkan pengetahuan akan paten usaha dan pentingnya kekayaan intelektual produk yang mereka ciptakan.

"Selama ini kita tidak begitu paham akan kekayaan intelektual, namun hari ini wawasan kita bertambah, Bekraf memang penuh inovasi," jelasnya.(ACI02)

Actualinside.com. Jambi -   pilar kebangsaan saat ini merupakan pondasi yang membentengi keberadaan (eksistensi) Indonesia sebagai suatu negara. Sehingga nilai - nilai yang terkandung di dalamnya harus senantiasa terjaga, dipelihara serta dipertahankan dengan suatu sistem pendidikan nasional yang adaptif dalam memperkokoh jati diri kebangsaan dalam sanubari setiap generasi.

"Empat pilar kebangsaan yang terdiri dari Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika akan kokoh sebagai benteng keberadaan Indonesia jika diikuti dengan majunya pendidikan."

Pernyataan ini disampaikan Anggota MPR RI Sutan Adil Hendra (SAH) dalam rangkaian kunjungan sosialisasi empat pilar kebangsaan yang ia lakukan tanggal 23 - 25 Maret 2019 ini. Menurut pria yang akrab disapa SAH tersebut tanpa didukung kemajuan dunia pendidikan upaya sosialisasi empat pilar menjadi suatu usaha yang sia - sia, hal ini dikarenakan empat pilar merupakan nilai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara yang harus ditanamkan secara berjenjang dari segala usia dan generasi.

Sehingga dunia pendidikan satu - satunya dimensi yang memiliki jenjang untuk menanamkan nilai dari pilar - pilar kebangsaan mulai dari sekolah dasar, sekolah menengah hingga perguruan tinggi.

"Tidak ada sistem yang lebih mampu  menanamkan nilai - nilai kebangsaan selain sistem pendidikan, karena tidak ada sistem lain yang memiliki jenjang dan fungsi edukasi secara komprehensif seperti pendidikan," ungkapnya.

Melihat peran strategis pendidikan ini SAH sangat mendorong adanya regulasi yang memasukan empat pilar kebangsaan dalam kurikulum pengajaran di tiap jenjang pendidikan secara formal.

"Saya pikir perlu memasukan empat pilar ini dalam satu sistem kurikulum pendidikan secara lebih jelas, karena disinilah sebenarnya empat pilar bisa kita masukan ke dalam generasi bangsa, agar menjadi doktrin Indonesia sebagai suatu bangsa dan negara," tandasnya.(ACI02)

Actualinside.com. Jambi -   pilar kebangsaan saat ini merupakan pondasi yang membentengi keberadaan (eksistensi) Indonesia sebagai suatu negara. Sehingga nilai - nilai yang terkandung di dalamnya harus senantiasa terjaga, dipelihara serta dipertahankan dengan suatu sistem pendidikan nasional yang adaptif dalam memperkokoh jati diri kebangsaan dalam sanubari setiap generasi.

"Empat pilar kebangsaan yang terdiri dari Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika akan kokoh sebagai benteng keberadaan Indonesia jika diikuti dengan majunya pendidikan."

Pernyataan ini disampaikan Anggota MPR RI Sutan Adil Hendra (SAH) dalam rangkaian kunjungan sosialisasi empat pilar kebangsaan yang ia lakukan tanggal 23 - 25 Maret 2019 ini. Menurut pria yang akrab disapa SAH tersebut tanpa didukung kemajuan dunia pendidikan upaya sosialisasi empat pilar menjadi suatu usaha yang sia - sia, hal ini dikarenakan empat pilar merupakan nilai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara yang harus ditanamkan secara berjenjang dari segala usia dan generasi.

Sehingga dunia pendidikan satu - satunya dimensi yang memiliki jenjang untuk menanamkan nilai dari pilar - pilar kebangsaan mulai dari sekolah dasar, sekolah menengah hingga perguruan tinggi.

"Tidak ada sistem yang lebih mampu  menanamkan nilai - nilai kebangsaan selain sistem pendidikan, karena tidak ada sistem lain yang memiliki jenjang dan fungsi edukasi secara komprehensif seperti pendidikan," ungkapnya.

Melihat peran strategis pendidikan ini SAH sangat mendorong adanya regulasi yang memasukan empat pilar kebangsaan dalam kurikulum pengajaran di tiap jenjang pendidikan secara formal.

"Saya pikir perlu memasukan empat pilar ini dalam satu sistem kurikulum pendidikan secara lebih jelas, karena disinilah sebenarnya empat pilar bisa kita masukan ke dalam generasi bangsa, agar menjadi doktrin Indonesia sebagai suatu bangsa dan negara," tandasnya.(ACI02)
Foto : Kondisi Persawahan Saat ini, Desa Kunangan Taman Rajo Muaro Jambi

Actualinside.com.MUARO JAMBI - Gabpoktan Bina Tani Kunangan Kecamatan Taman Rajo Kabupaten Muaro Jambi hanya bisa tanam padi satu kali dalam setahun,karena lokasi terkendala genangan  air  dan kekeringan.

Ketua Gapoktan Bina Tani Uun Suheli bersama beberapa anggota kelompoknya kepada Actualinside.com Jum,at 22/03/2019 mengatakan bahwa,sampai saat ini yang menjadi kendala besar bagi kami dalam melakukan garapan terhadap lahan adalah karena jika musim hujan lahan kami tergenang air yang cukup lama,air yang menggenangi ini akan surut secara alami.Hal ini di karenakan pada lahan tersebut tidak adanya jaringan irigasi,jadi untuk tanam padi harus menunggu air surut secara alami.

Sedangkan jika di saat musim kemarau,maka kami kesulitan mendapatkan air untuk mengairi sawah.
Kendala inilah yang membuat kami hanya bisa bercocok tanam padi hanya sekali dalam setahun.

Kami sangat berharap kepada pemerintah agar lahan persawahan tersebut dibuatkaan sistem pengaturan air yang baik agar para petani bisa bercocok tanam bisa dua atau tiga kali dalam setahun.

Pengaturan air yang saya maksud adalah membuat kanalisasi dan pintu air.Sampai saat ini belum ada perhatian Pemerintah untuk membangun pintu air dan kanal, padahal produksi padi dan beras kami sudah mampu masuk ke pasaran dalam Provinsi Jambi,ungkap Uun Suheli.(Aci02)
Foto : Kondisi Persawahan Saat ini, Desa Kunangan Taman Rajo Muaro Jambi

Actualinside.com.MUARO JAMBI - Gabpoktan Bina Tani Kunangan Kecamatan Taman Rajo Kabupaten Muaro Jambi hanya bisa tanam padi satu kali dalam setahun,karena lokasi terkendala genangan  air  dan kekeringan.

Ketua Gapoktan Bina Tani Uun Suheli bersama beberapa anggota kelompoknya kepada Actualinside.com Jum,at 22/03/2019 mengatakan bahwa,sampai saat ini yang menjadi kendala besar bagi kami dalam melakukan garapan terhadap lahan adalah karena jika musim hujan lahan kami tergenang air yang cukup lama,air yang menggenangi ini akan surut secara alami.Hal ini di karenakan pada lahan tersebut tidak adanya jaringan irigasi,jadi untuk tanam padi harus menunggu air surut secara alami.

Sedangkan jika di saat musim kemarau,maka kami kesulitan mendapatkan air untuk mengairi sawah.
Kendala inilah yang membuat kami hanya bisa bercocok tanam padi hanya sekali dalam setahun.

Kami sangat berharap kepada pemerintah agar lahan persawahan tersebut dibuatkaan sistem pengaturan air yang baik agar para petani bisa bercocok tanam bisa dua atau tiga kali dalam setahun.

Pengaturan air yang saya maksud adalah membuat kanalisasi dan pintu air.Sampai saat ini belum ada perhatian Pemerintah untuk membangun pintu air dan kanal, padahal produksi padi dan beras kami sudah mampu masuk ke pasaran dalam Provinsi Jambi,ungkap Uun Suheli.(Aci02)

Actualinside.com. JAMBI - Penghubung Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra Provinsi Jambi Muhammad Habibi memberi klarifikasi perihal pergantian Ketua DPC Batanghari dan Tebo. Menurut salah satu komandan pelatihan sekolah kader Hambalang ini pergantian struktur organisasi DPC berdasarkan penilaian dari DPP dan DPD semata-mata untuk konsolidasi Pemenangan Pilpres dan pileg.

"Bagi yang tahu sistem di Gerindra pasti tahu tidak ada masalah apa-apa di pergantian ini kecuali konsolidasi untuk pemenangan pileg dan pilpres."

Karena menurutnya DPP mempunyai indikator penilaian yang dijadikan acuan dalam mengganti struktur partai, seperti koordinasi pengurus secara vertikal pada DPD dan DPP, intensitas komunikasi serta penugasan-penugasan yang harus dilaksanakan seperti saksi dan lainnya.

Dari ke semua indikator tersebut kita tidak mencari siapa yang salah tapi secara organisasi harus ada penyegaran agar ada semangat baru dalam menghadapi tugas - tugas partai. Sehingga dirinya selaku perpanjangan tangan DPP tidak menerima sinyalemen yang coba dikembangkan berbagai pihak pergantian ini karena masalah dukung mendukung calon DPR RI, karena setahu saya masalah calon DPR sudah final, bahwa Bapak Prabowo Subianto mengharapkan semua kader berjuang untuk Ketua DPD yakni Bapak Sutan Adil Hendra, buktinya beliau masih diminta untuk nomor satu dalam DCT, artinya semua kekuatan partai harus bahu membahu untuk mengamankan perintah ketua umum, tegasnya.

Terkait klaim adanya mantan kader yang pernah dilatih di Hambalang yang menyoroti pergantian ketua DPC, Habibi mengaku cukup terkejut, karena menurutnya profil anak-anak Hambalang tidak seperti itu, kita dilatih disana untuk menjadi pejuang partai, bukan untuk bermain politik praktis, dimanfaatkan statusnya sebagai alumni Hambalang untuk beropini, apalagi yang bersangkutan sudah mengundurkan diri di saat partai lagi menghadapi pertempuran, saya pikir yang bersangkutan perlu merenungkan kembali apa tujuannya, apakah betul ia seorang kader yang baik.

Sehingga dalam hal pemilu ini Gerindra tidak akan mentolerir segala upaya yang memecah belah soliditas partai, karena bagi kami pemenangan Prabowo sebagai Presiden dan SAH selaku Ketua DPD itu bagian dari strategi partai, bukan keinginan pribadi Pak SAH, buktinya beliau masih dipercaya oleh ketua umum, tandasnya.(ACI02)

Actualinside.com. JAMBI - Penghubung Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra Provinsi Jambi Muhammad Habibi memberi klarifikasi perihal pergantian Ketua DPC Batanghari dan Tebo. Menurut salah satu komandan pelatihan sekolah kader Hambalang ini pergantian struktur organisasi DPC berdasarkan penilaian dari DPP dan DPD semata-mata untuk konsolidasi Pemenangan Pilpres dan pileg.

"Bagi yang tahu sistem di Gerindra pasti tahu tidak ada masalah apa-apa di pergantian ini kecuali konsolidasi untuk pemenangan pileg dan pilpres."

Karena menurutnya DPP mempunyai indikator penilaian yang dijadikan acuan dalam mengganti struktur partai, seperti koordinasi pengurus secara vertikal pada DPD dan DPP, intensitas komunikasi serta penugasan-penugasan yang harus dilaksanakan seperti saksi dan lainnya.

Dari ke semua indikator tersebut kita tidak mencari siapa yang salah tapi secara organisasi harus ada penyegaran agar ada semangat baru dalam menghadapi tugas - tugas partai. Sehingga dirinya selaku perpanjangan tangan DPP tidak menerima sinyalemen yang coba dikembangkan berbagai pihak pergantian ini karena masalah dukung mendukung calon DPR RI, karena setahu saya masalah calon DPR sudah final, bahwa Bapak Prabowo Subianto mengharapkan semua kader berjuang untuk Ketua DPD yakni Bapak Sutan Adil Hendra, buktinya beliau masih diminta untuk nomor satu dalam DCT, artinya semua kekuatan partai harus bahu membahu untuk mengamankan perintah ketua umum, tegasnya.

Terkait klaim adanya mantan kader yang pernah dilatih di Hambalang yang menyoroti pergantian ketua DPC, Habibi mengaku cukup terkejut, karena menurutnya profil anak-anak Hambalang tidak seperti itu, kita dilatih disana untuk menjadi pejuang partai, bukan untuk bermain politik praktis, dimanfaatkan statusnya sebagai alumni Hambalang untuk beropini, apalagi yang bersangkutan sudah mengundurkan diri di saat partai lagi menghadapi pertempuran, saya pikir yang bersangkutan perlu merenungkan kembali apa tujuannya, apakah betul ia seorang kader yang baik.

Sehingga dalam hal pemilu ini Gerindra tidak akan mentolerir segala upaya yang memecah belah soliditas partai, karena bagi kami pemenangan Prabowo sebagai Presiden dan SAH selaku Ketua DPD itu bagian dari strategi partai, bukan keinginan pribadi Pak SAH, buktinya beliau masih dipercaya oleh ketua umum, tandasnya.(ACI02)

Actualinside.com. JAMBI - Dua unit mobit truk angkutan batu baru terjungkal masuk rawa di jalan baru kawasan Sijinjang Kota Jambi 21/03/2019.

Menurut salah seorang warga bahwa di duga kuat mobil tersebit tumbur buntut kawan, hingga kedua truk sama- sama tidak dapat di kendalikan.Kejadian di perkirakan subuh dini hari,kata warga

Sang sopir sudah tidak ada di tempat kejadian,Belum ada pihak yang dapat di komfirmasi di lapangan.

Sementara beberapa orang pekerja sedang melakukan pembongkaran muatan pada kendaraan tersebut.(Aci - 02)

Actualinside.com. JAMBI - Dua unit mobit truk angkutan batu baru terjungkal masuk rawa di jalan baru kawasan Sijinjang Kota Jambi 21/03/2019.

Menurut salah seorang warga bahwa di duga kuat mobil tersebit tumbur buntut kawan, hingga kedua truk sama- sama tidak dapat di kendalikan.Kejadian di perkirakan subuh dini hari,kata warga

Sang sopir sudah tidak ada di tempat kejadian,Belum ada pihak yang dapat di komfirmasi di lapangan.

Sementara beberapa orang pekerja sedang melakukan pembongkaran muatan pada kendaraan tersebut.(Aci - 02)

Actualinside.com.Muaro Jambi - Kami masyarakat Sungai Bahar mengucapkan terima kasih yg sebesar-besarnya kepada Bapak Ir H.A.R. SUTAN ADIL HENDRA.MM. yang telah memperjuangkan dan mengusulkan beasiswa PIP untuk anak-anak kami.


Nazli Ketua Roemah Joeang Kecamataan Sungai Bahar Kabupaten Muaro Jambi mengatakan,SAH merupakan contoh Tauladan buat Anggota DPR-RI yang betul- betul berjuang untuk dunia pendidikan buat masyarakat Jambi.Beliau merupakan tokoh Jambi yang selama ini merupakan Pimpinan Komisi X DPR-RI Dapil Provinsi Jambi.

SAH juga datang dan  menyerahkan langsung beasiswa PIP tersebut ke Sungai Bahar.Ini merupakan suatu kehormatan buat kami sebagai warga Sungai Bahar.

Semoga perjuangan beliau (SAH-red)dapat lebih besar dikemudian hari dan kami mendoakan agar beliau selalu dalam keadaan sehat dan dalam lindungan ALLAH, kami juga akan tetap memberikan dukungan kepada beliau untuk menjadi perwakilan kami di DPR RI pada periode selanjutnya 2019-2024.pungkas Nazli.(Aci-02)

Actualinside.com.Muaro Jambi - Kami masyarakat Sungai Bahar mengucapkan terima kasih yg sebesar-besarnya kepada Bapak Ir H.A.R. SUTAN ADIL HENDRA.MM. yang telah memperjuangkan dan mengusulkan beasiswa PIP untuk anak-anak kami.


Nazli Ketua Roemah Joeang Kecamataan Sungai Bahar Kabupaten Muaro Jambi mengatakan,SAH merupakan contoh Tauladan buat Anggota DPR-RI yang betul- betul berjuang untuk dunia pendidikan buat masyarakat Jambi.Beliau merupakan tokoh Jambi yang selama ini merupakan Pimpinan Komisi X DPR-RI Dapil Provinsi Jambi.

SAH juga datang dan  menyerahkan langsung beasiswa PIP tersebut ke Sungai Bahar.Ini merupakan suatu kehormatan buat kami sebagai warga Sungai Bahar.

Semoga perjuangan beliau (SAH-red)dapat lebih besar dikemudian hari dan kami mendoakan agar beliau selalu dalam keadaan sehat dan dalam lindungan ALLAH, kami juga akan tetap memberikan dukungan kepada beliau untuk menjadi perwakilan kami di DPR RI pada periode selanjutnya 2019-2024.pungkas Nazli.(Aci-02)

Actualinside.com.MUARO JAMBI - Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Jambi Sutan Adil Hendra (SAH) menyerahkan SK Perubahan kepengurusan DPC kabupaten Batanghari dan Tebo, dimana dalam SK tersebut ada penugasan baru terkait posisi Ketua, Sekretaris dan Bendahara di dua kabupaten tersebut.

Sekretaris DPD Partai Gerindra Provinsi Jambi Najamuddin, SE mengatakan perubahan kepengurusan DPC dilakukan untuk memenuhi kebutuhan organisasi untuk lebih berjalan sesuai platform dan nilai dasar perjuangan Gerindra, dimana menurut anggota DPRD kabupaten Batanghari tersebut pergantian dalam suatu organisasi hal yang lumrah untuk mengantisipasi dinamika politik yang terjadi menghadapi pilpres dan pileg 2019 ini.

" Ini pergantian biasa melihat kebutuhan organisasi dalam menghadapi dinamika politik dalam pilpres dan pileg, yang lama kita minta konsen di dapilnya untuk mengamankan kursi disana, sementara yang baru kita tugaskan hal - hal yang sesuai dengan doktrin kejuangan Gerindra. "

SAH sendiri dalam sambutannya ketika menyerahkan SK dua DPC tersebut mengingatkan tugas dan tanggung jawab seorang kader Gerindra dalam menghadapi pilpres dan pileg 2019 nanti. Menurutnya DPC memiliki peran penting untuk mengiatkan roda organisasi hingga ke level anak ranting, karena disinilah akar rumput yang bisa membuat besar atau kecilnya Gerindra selaku partai, jadi pergantian murni untuk kepentingan organisasi untuk lebih baik, bukan berarti yang lama kurang baik, tapi lebih pada strategi komando yang kita lakukan, jadi ini murni bagian dari strategi besar Gerindra bukan masalah person to person apalagi masalah perpecahan.

Bahkan pria yang akrab di sapa pak Haji tersebut menceritakan bagaimana strategi perjuangan di zaman sahabat membuat seorang Khalid Bin Walid panglima perang yang tidak pernah terkalahkan harus diganti karena tuntutan kondisi dan situasi.

" Dulu pada zaman sahabat Umar beliau menganti Khalid Bin Walid seorang panglima perang yang tidak terkalahkan dengan panglima baru Abu Ubadah Bin Jarrah, ini bukan berarti ada masalah bahwa si Khalid tidak bagus tetapi karena di pasukan Muslim di Syam membutuhkan panglima yang bukan hanya jago strategi tetapi juga harus bisa menjalankan doktrin dakwah di daerah yang dibebaskan, maka Khalifah Umar melakukan penggantian untuk kebesaran dakwah Islam, tandasnya. "(Aci 02)

Actualinside.com.MUARO JAMBI - Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Jambi Sutan Adil Hendra (SAH) menyerahkan SK Perubahan kepengurusan DPC kabupaten Batanghari dan Tebo, dimana dalam SK tersebut ada penugasan baru terkait posisi Ketua, Sekretaris dan Bendahara di dua kabupaten tersebut.

Sekretaris DPD Partai Gerindra Provinsi Jambi Najamuddin, SE mengatakan perubahan kepengurusan DPC dilakukan untuk memenuhi kebutuhan organisasi untuk lebih berjalan sesuai platform dan nilai dasar perjuangan Gerindra, dimana menurut anggota DPRD kabupaten Batanghari tersebut pergantian dalam suatu organisasi hal yang lumrah untuk mengantisipasi dinamika politik yang terjadi menghadapi pilpres dan pileg 2019 ini.

" Ini pergantian biasa melihat kebutuhan organisasi dalam menghadapi dinamika politik dalam pilpres dan pileg, yang lama kita minta konsen di dapilnya untuk mengamankan kursi disana, sementara yang baru kita tugaskan hal - hal yang sesuai dengan doktrin kejuangan Gerindra. "

SAH sendiri dalam sambutannya ketika menyerahkan SK dua DPC tersebut mengingatkan tugas dan tanggung jawab seorang kader Gerindra dalam menghadapi pilpres dan pileg 2019 nanti. Menurutnya DPC memiliki peran penting untuk mengiatkan roda organisasi hingga ke level anak ranting, karena disinilah akar rumput yang bisa membuat besar atau kecilnya Gerindra selaku partai, jadi pergantian murni untuk kepentingan organisasi untuk lebih baik, bukan berarti yang lama kurang baik, tapi lebih pada strategi komando yang kita lakukan, jadi ini murni bagian dari strategi besar Gerindra bukan masalah person to person apalagi masalah perpecahan.

Bahkan pria yang akrab di sapa pak Haji tersebut menceritakan bagaimana strategi perjuangan di zaman sahabat membuat seorang Khalid Bin Walid panglima perang yang tidak pernah terkalahkan harus diganti karena tuntutan kondisi dan situasi.

" Dulu pada zaman sahabat Umar beliau menganti Khalid Bin Walid seorang panglima perang yang tidak terkalahkan dengan panglima baru Abu Ubadah Bin Jarrah, ini bukan berarti ada masalah bahwa si Khalid tidak bagus tetapi karena di pasukan Muslim di Syam membutuhkan panglima yang bukan hanya jago strategi tetapi juga harus bisa menjalankan doktrin dakwah di daerah yang dibebaskan, maka Khalifah Umar melakukan penggantian untuk kebesaran dakwah Islam, tandasnya. "(Aci 02)

Kanal HKK

Total Pageviews

Media Partner